Apa yang Dipelajari Fourmaux dan Solberg dari Uji Monte Carlo

Persiapan WRC 2026 Dimulai dengan Kehadiran Mobil Baru dan Pereli Anyar

Persiapan untuk Kejuaraan Reli Dunia (WRC) 2026 telah dimulai dengan serius, hanya beberapa hari setelah Reli Arab Saudi menutup kampanye 2025. Dengan putaran pembuka musim 2026 di Monte Carlo yang akan berlangsung pada 22-25 Januari, Toyota dan Hyundai turun langsung ke medan uji coba dengan mobil-mobil terbaru mereka.

Pada akhir pekan lalu, kedua merek tersebut menguji mobil-mobil mereka dalam ajang Rallye National Hivernal du Devoluy di Prancis. Ajang ini merupakan ajang aspal 10 etape yang diselenggarakan dalam kondisi basah dan bersalju. Ini menjadi kesempatan pertama bagi pereli baru Toyota, Oliver Solberg, dan co-driver Elliott Edmondson, untuk mengemudikan GR Yaris Rally1 di atas aspal. Sementara itu, ajang ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Adrien Fourmaux untuk mengembangkan mobil i20 N Rally1 Evo miliknya.

Oliver Solberg Menghadapi Tantangan Baru

Perjalanan terakhir Solberg dengan GR Yaris Rally1 dilakukan di atas gravel ketika ia memenangi Reli Estonia, yang saat itu merupakan perjalanan satu kali untuk skuad pabrikan Toyota. Kini, setelah mendapatkan kursi penuh waktu di tim pabrikan untuk 2026, pereli asal Swedia ini menggambarkan reli ini sebagai ujian yang "sangat penting" untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di Monte Carlo bulan depan.

Solberg terlihat cepat beradaptasi dengan mobilnya dalam kondisi yang sulit untuk pertama kalinya, dengan meraih empat kemenangan di seluruh tahapan reli dan menyelesaikannya dengan hanya tertinggal 14,7 detik dari pemimpin, Fourmaux. Hal yang paling membuka mata sang juara baru WRC2 ini adalah memahami aerodinamika mobil di atas aspal. Solberg kini yakin bahwa ia memiliki dasar yang kuat untuk bekerja saat musim dimulai bulan depan.

Pengalaman Berbeda di Atas Aspal

"Sensasinya (mengendarai mobil di aspal) berbeda. Di gravel rasanya cukup alami tetapi di sini Anda perlu memahami (mobil)," kata Solberg. "Di gravel, Anda cukup dibatasi oleh cengkeraman dan Anda selalu melayang dan Anda bisa merasakan jalan Anda dengan aero. Tapi di sini, Anda perlu mempelajari aero dan mempercayainya karena di sini Anda memiliki banyak cengkeraman dan kemudian di beberapa tikungan cepat Anda seperti 'Ah, saya bisa melaju dengan cepat'. Ini sedikit berbeda."

Solberg menjelaskan bahwa ia mulai dengan set up dasar. Ia belum pernah melakukan tes, jadi ia tidak tahu ide apa yang harus ia miliki dan kemudian, ia harus merasakan sedikit dan melihat apa yang bisa ia lakukan. Sekarang, ia sudah punya gambaran di kepala tentang apa yang ia butuhkan dan apa yang ia inginkan.

"Bagi saya, ini sangat bagus dan sangat penting karena saya bisa mendapatkan gambaran tentang mobil dan apa yang harus saya tingkatkan dengan cara mengemudi saya dan kami memiliki kesempatan untuk mengubah sesuatu (di mobil), jadi itu sangat bagus. Ini adalah penyempurnaan yang tepat untuk cara mengemudi saya sekarang."

Adrien Fourmaux: Hyundai Bergerak ke Arah yang Benar

Fourmaux sudah terbiasa dengan kondisi dan tahapan acara setelah mengalahkan Kalle Rovanpera dari Toyota untuk meraih kemenangan 12 bulan lalu, yang merupakan balapan kompetitif pertamanya untuk Hyundai setelah beralih dari M-Sport-Ford. Pereli asal Prancis ini mencatatkan waktu tercepat pada enam dari 10 tes untuk memperpanjang rekor kemenangannya di reli, tetapi fokus utama Hyundai adalah meningkatkan performa i20 N yang bandel di atas aspal.

Menurut Fourmaux, mobilnya telah mengalami kemajuan yang cukup untuk membuatnya merasa positif menjelang Monte Carlo, tetapi masih ada beberapa pekerjaan yang harus dilakukan. Hyundai diperkirakan akan menjalani program uji coba intensif selama off-season untuk mengembangkan mobilnya. Tim ini diharapkan dapat menggunakan bonus homologasi yang diberikan oleh FIA kepada semua tim, untuk meningkatkan beberapa aspek tertentu dari mobilnya di musim terakhir dari regulasi Rally1.

"Rencana untuk reli ini sudah jelas: memperbaiki mobil dalam kondisi basah dan licin. Kami senang ada Oliver di sana untuk melihat posisi kami, dan kemudian kami mencoba memperbaiki kelemahan kami," ujar Fourmaux. "Hasilnya cukup positif. Kami masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi Monte Carlo tidak akan diadakan besok, dan kami memiliki beberapa hari uji coba. (Mobil) melaju ke arah yang benar, jadi saya cukup positif. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami mencoba mencari tahu apa yang salah dengan satu bagian mobil. Namun, ketika kami berhasil mengatasinya, saya rasa semuanya akan baik-baik saja."

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan