APBD TTU 2026 Ditetapkan, Anggaran Dipangkas 96 Miliar

APBD TTU 2026 Ditetapkan, Anggaran Dipangkas 96 Miliar

Penetapan APBD TTU Tahun Anggaran 2026

Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah secara resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk Tahun Anggaran (TA) 2026. Penetapan anggaran ini dilakukan dalam sidang Paripurna yang digelar pada Senin, 29 Desember 2025 lalu, di ruang sidang utama DPRD TTU.

Ketua DPRD TTU, Kristoforus Efi, menjelaskan bahwa APBD TTU tahun anggaran 2026 sesuai hasil penetapan sebesar Rp 1,1 Triliun lebih. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar Rp 96 miliar lebih dibandingkan anggaran tahun 2025. Menurut Kristo, penurunan ini disebabkan oleh efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

"Penurunan ini terjadi karena adanya pemotongan dana transfer pusat ke daerah dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU), kita alami pemotongan sebesar Rp 96 miliar lebih tetapi kita minta agar yang menjadi fungsi pelayanan pemerintah harus tetap diutamakan," jelas Kristo kepada awak media di ruang kerjanya.

Fokus pada Rasionalisasi Anggaran

Dampak dari pemotongan anggaran oleh pemerintah pusat tersebut, Kristoforus mengaku pihaknya fokus melakukan rasionalisasi pada alokasi anggaran rutin pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Termasuk di dalamnya adalah DPRD TTU.

"Tahun 2025 itu DPRD mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 35 miliar namun untuk tahun ini alokasi anggaran dipangkas menjadi Rp 25 miliar," tutur Kristo.

Lebih lanjut, Kristoforus mengaku serapan APBD TTU tahun anggaran 2025 berada di atas 80 persen. Kristo berharap di tahun 2026 serapan anggaran bisa lebih dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan dan program pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.

"Kita dorong agar lebih optimal lagi kedepannya untuk penyerapan anggaran," tambah Kristo.

Kebijakan Anggaran yang Lebih Efisien

Kristo menekankan bahwa meskipun anggaran mengalami penurunan, pihaknya tetap memprioritaskan penggunaan anggaran yang efisien dan efektif. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Selain itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Dengan demikian, masyarakat dapat memantau dan menilai kinerja pemerintah daerah secara lebih baik.

Strategi Pembangunan di Tahun 2026

Dalam rangka mencapai target serapan anggaran yang lebih tinggi, Pemda TTU akan mengoptimalkan berbagai program pembangunan yang sudah direncanakan. Program-program tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Pemda TTU juga berencana untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk komunitas lokal, organisasi masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan program pembangunan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Tantangan dan Peluang

Meski menghadapi tantangan berupa penurunan anggaran, Pemda TTU tetap optimis dengan kemampuan mereka dalam mengelola sumber daya yang ada. Dengan strategi yang tepat dan komitmen yang kuat, diharapkan pembangunan di Kabupaten TTU dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Tidak hanya itu, Pemda TTU juga akan terus memantau perkembangan ekonomi dan kondisi keuangan daerah guna memastikan anggaran dapat digunakan secara optimal. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat tetap menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat yang baik.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan