Api kebocoran pipa gas di Inhil padam, kerusakan rumah warga ditanggung perusahaan

nurulamin.pro, Pekanbaru — Kebakaran akibat kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, telah berhasil dipadamkan.

Api yang sempat menyembur tinggi dari jalur pipa Grissik–Duri (GD) KP 222 tersebut dinyatakan padam pada Sabtu (3/1/2026) pukul 05.55 WIB.

Corporate Secretary TGI, Emil Ismail, memastikan kondisi di lokasi saat ini telah terkendali. Perusahaan kini memfokuskan perhatian pada upaya perbaikan pipa serta penanganan dampak insiden.

“Selamat pagi, kondisi saat ini sudah terkendali dan api telah padam pada pukul 05.55 WIB. Saat ini kami fokus pada upaya perbaikan,” ujar Emil kepada Bisnis, Sabtu (3/1/2026).

Emil menegaskan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebocoran pipa gas berdampak pada kerusakan sejumlah rumah warga dan kendaraan di sekitar lokasi kejadian.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Untuk dampak kerusakan, beberapa kendaraan dan rumah warga di sekitar kejadian akan menjadi tanggung jawab perusahaan,” ujarnya.

Sebelumnya, TGI menerima laporan awal insiden kebocoran pipa gas pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 16.35 WIB. Menyikapi kejadian itu, TGI segera mengambil langkah pengamanan dengan mematikan kompresor dan menutup seluruh katup (section valve) terdekat guna menghentikan aliran gas.

Perusahaan juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk tim pemadam kebakaran setempat, aparat keamanan, serta pengamanan Objek Vital Polda Riau. Seluruh penanganan dilakukan dengan mengutamakan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Selain itu, TGI melakukan pemantauan tekanan gas serta berkoordinasi dengan shipper dan buyer di jalur Grissik–Duri untuk memastikan sistem tetap aman.

“Proses investigasi masih terus berjalan untuk mengetahui penyebab kejadian. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen memastikan keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan,” tutup Emil.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan