
nurulamin.pro.CO.ID – JAKARTA.
Tantangan Penciptaan Lapangan Kerja di Tengah Tekanan Ekonomi
Dunia usaha memproyeksikan tantangan besar dalam penciptaan lapangan kerja baru pada periode 2025–2026. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, kondisi pasar tenaga kerja saat ini terjepit di antara daya beli masyarakat yang lesu dan kenaikan biaya operasional yang kian membebani korporasi.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengungkapkan bahwa dari sisi permintaan, konsumsi domestik sebagai motor penggerak ekonomi belum pulih sepenuhnya. Sementara dari sisi penawaran, pengusaha menghadapi ketidaksinkronan yang tajam antara pertumbuhan upah dan produktivitas tenaga kerja.
Bob menjelaskan, dalam lima tahun terakhir, produktivitas tenaga kerja Indonesia hanya tumbuh tipis di kisaran 1,5% hingga 2% per tahun. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan kenaikan upah minimum yang berada di rentang 6,5% hingga 10% per tahun.
"Gap ini menciptakan tekanan struktural terhadap unit labor cost, khususnya di sektor padat karya. Hal ini membatasi ruang ekspansi usaha serta penyerapan tenaga kerja baru," ujarnya kepada nurulamin.pro.co.id, Senin (29/12/2025).
Dampak pada Keputusan Perusahaan
Bob menilai tekanan pada biaya tenaga kerja ini secara otomatis akan memengaruhi keputusan perusahaan dalam melakukan rekrutmen. Tanpa adanya peningkatan produktivitas yang sebanding, biaya produksi akan membengkak dan mengancam daya saing industri nasional.
Oleh karena itu, Apindo memproyeksikan penciptaan lapangan kerja pada 2025–2026 akan sangat bergantung pada efektivitas kebijakan pemerintah dalam menurunkan biaya berusaha (cost of doing business). Efisiensi menjadi harga mati bagi dunia usaha untuk tetap bertahan di tengah tekanan global dan domestik.
Pentingnya Peningkatan Kualitas SDM
Bob menekankan pentingnya penguatan kualitas SDM melalui jalur pendidikan vokasi, upskilling, dan reskilling untuk menutup celah produktivitas tersebut. Tanpa terobosan di bidang ini, potensi PHK masih tetap membayangi sektor-sektor yang memiliki ketergantungan tinggi pada tenaga kerja manusia.
"Keberhasilan penyerapan tenaga kerja akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dan dunia usaha dalam menurunkan biaya berusaha, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat produktivitas tenaga kerja," pungkasnya.
Langkah Strategis untuk Mendorong Pertumbuhan
Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain:
- Peningkatan investasi dalam pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
- Implementasi kebijakan yang mendukung efisiensi operasional perusahaan, seperti pengurangan birokrasi dan insentif pajak.
- Penguatan sistem manajemen SDM agar lebih responsif terhadap perubahan pasar tenaga kerja.
- Peningkatan koordinasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam merancang program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Dengan komitmen bersama, diharapkan Indonesia mampu menghadapi tantangan dalam penciptaan lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar