
JAKARTA, nurulamin.pro
- Seorang akademisi dari Universitas Esa Unggul, Iswadi, menyampaikan harapan terhadap pembangunan hunian sementara (Huntara) oleh Danantara untuk para korban banjir bandang di Aceh Tamiang. Ia menilai bahwa langkah yang dilakukan oleh Danantara bukan hanya sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan fisik, sosial, dan psikologis masyarakat.
"Saya berharap pembangunan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan memprioritaskan kebutuhan masyarakat," ujar Iswadi dalam pernyataannya.
Iswadi menekankan pentingnya adanya perencanaan yang matang agar pembangunan Huntara dapat berlanjut menuju hunian tetap bagi para penyintas bencana. Ia berharap, kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan oleh Danantara dapat memperkuat rasa kebersamaan masyarakat dalam membangun kembali Aceh.
Selain itu, Iswadi mengingatkan agar pembangunan Huntara harus sesuai dengan standar yang pernah diterapkan saat penanganan bencana tsunami Aceh pada 2004 silam. Standar tersebut dinilai telah terbukti mampu memenuhi aspek keamanan, layak huni, menjaga lingkungan, serta memenuhi kebutuhan sosial warga terdampak.
"Dengan menerapkan standar yang telah teruji, diharapkan hunian sementara tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal darurat, tetapi juga mampu mendukung proses pemulihan yang lebih baik dan bermartabat," tambahnya.
Pemulihan sektor ekonomi
Sementara itu, Guru Besar Universitas sekaligus Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda, Umaimah Wahid, menilai keberadaan hunian sangat penting bagi warga Aceh yang terdampak bencana. Seperti Iswadi, ia juga menyarankan agar kerja-keja kemanusiaan Danantara tidak berhenti pada pembangunan Huntara.
Ia berharap pemerintah juga memperhatikan pemulihan sektor perekonomian masyarakat Aceh. "Salah satu yang hilang adalah sawah, lahan mata pencaharian tertutup lumpur," ujar Wahid.
Prabowo tinjau huntara Aceh
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026 kemarin meninjau langsung proses pembangunan Huntara oleh Danantara untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang. Proyek kemanusiaan itu dikebut Danantara sejak 24 Desember 2025. Kurang dari dua minggu kemudian, kerja-kerja tersebut telah menunjukkan hasil signifikan.
Danantara berencana menyerahkan 600 unit Huntara itu kepada pemerintah daerah pada 8 Januari mendatang untuk kemudian diserahkan kepada warga terdampak. Adapun Danantara menargetkan pembangunan 15.000 unit Huntara dalam waktu tiga bulan ke depan dan memastikan setiap bangunannya layak huni.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan capaian proyek kemanusiaan Danantara tidak terlepas dari sinergi lintas BUMN dan pihak terkait. Menurutnya, proyek kemanusiaan itu menjadi bentuk komitmen semua pihak memenuhi janji untuk bersama-sama memulihkan Aceh.
“BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” tutur Rosan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar