
Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI) kembali melakukan perubahan dalam susunan pasangan ganda putri menjelang musim baru. Perubahan ini dilakukan untuk mempersiapkan tim yang lebih kompetitif di berbagai turnamen internasional.
Dalam pembaruan terbaru, Siti Fadia Silva Ramadhanti akan berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi, sedangkan Apriyani Rahayu akan bermain bersama Lanny Tria Mayasari. Kedua pasangan ini akan menghadapi debut resmi mereka pada Indonesia Masters 2026. Sebelumnya, Apriyani dan Fadia telah kembali berduet setelah sebelumnya terpisah selama beberapa waktu.
Sejak kembalinya Apriyani/Fadia di Hong Kong Open 2025 bulan September lalu, mereka berhasil meraih gelar Indonesia Masters II 2025. Namun, Fadia sendiri telah tiga kali berganti pasangan sepanjang tahun 2025. Awalnya, dia mencoba bermain ganda putri bersama Lanny Tria Mayasari, kemudian beralih ke ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah.
Kemampuan Fadia dan Tiwi menunjukkan potensi yang menjanjikan saat mereka turun dalam Sudirman Cup 2025. Mereka dipasangkan dalam pertandingan melawan Baek Ha-na/Lee So-hee setelah pertandingan yang sangat sengit. Meskipun akhirnya kalah dengan skor 10-21, 21-18, 15-21, performa mereka tetap menjadi perhatian pelatih.
Di Xiamen Olympic Sports Center Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China, Tiwi/Fadia tampil dalam partai penentu saat kedudukan imbang 2-2. Setelah kemenangan ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana atas Kim Won-ho/Seo Seung-jae, 21-18, 13-21, 25-23, ganda putri Indonesia berhasil menciptakan final sesama Merah Putih pada Australian Open 2025.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menjadi juara setelah mengalahkan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dalam pertandingan yang berlangsung selama 109 menit. Skor akhirnya adalah 18-21, 21-19, 23-21. Dalam perjalanan menuju final, Rachel/Febi juga berhasil mengalahkan Apriyani/Fadia di semifinal.
Rachel/Febi dan Ana/Trias adalah pasangan baru yang dibentuk sejak Hong Kong Open 2025 bulan September. Selain itu, ada pula pasangan Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Menurut pelatih ganda putri pelatnas PBSI, Karel Mainaky, dari empat pasangan yang ada, dua di antaranya menunjukkan stabilitas dan perkembangan yang cukup baik. "Terkadang dari pemain itu mereka dapat feel-nya, jadi dari yang dua itu (Apriyani/Fadia, Lanny/Tiwi) mungkin masih belum dapet feel-nya," ujarnya.
Karel juga menyatakan bahwa Rachel/Febi dan Ana/Trias akan menjadi pasangan tetap untuk persiapan Olimpiade Los Angeles 2028. "Kami akan lihat bagaimana perkembangannya. Kami akan mencoba berbicara kepada binpres (Eng Hian) jika ada rencana baru. Tetapi, untuk sementara belum."
Selain itu, ia juga mengakui bahwa permainan Apriyani dan Fadia masih belum padu. "Kalau menurut saya memang chemistry mereka yang masih belum. Keputusan mereka masih belum bisa disebutkan karena saya baru datang dari Australia. Saya akan rapat dengan Nitya," kata Karel.
"Kalau sudah ada keputusan, pasangan ini akan dilanjutkan untuk Olimpiade. Terutama 2 pasang ini saya mau fokuskan untuk (kejar olimpiade). Tinggal yang 2 pasang lain ini bagaimana (Apriyani/Fadia dan Lanny/Tiwi), kami lihat setelah meeting."
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar