Kolaborasi Tiga Pihak dalam Pelestarian Sumber Air Cipondok
Pengelolaan sumber daya air dan lingkungan yang berkelanjutan menjadi prioritas utama bagi tiga pihak utama, yaitu PT. Tirta Investama (Aqua Pabrik Subang), Perum Jasa Tirta II (PJT II), dan Perumda Tirta Rangga Subang (TRS). Inisiatif ini diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari perayaan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025.
Dalam rangka memperingati HMPI 2025, sebanyak 1.820 bibit tanaman ditanam di lahan seluas 3 hektare. Fokus penanaman dilakukan di area sumber air Cipondok dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cupunagara, Desa Pasanggrahan, pada hari Kamis (11/12/2025). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memastikan ketersediaan air yang berkelanjutan serta mencegah potensi bencana alam seperti longsor.

Kepala Pabrik Aqua PT Tirta Investama Subang, Djoko Prasojo, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk kepentingan bisnis semata, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat luas. Ia menekankan bahwa upaya ini dilakukan demi menjaga kelestarian mata air Cipondok, yang akan bermanfaat baik untuk saat ini maupun generasi mendatang.
"Kita bisa berkolaborasi untuk menjaga kelestarian dari mata air Cipondok ini, tidak hanya untuk bisnis Aqua, tapi juga buat masyarakat. Bisa bermanfaat untuk sekarang dan untuk anak cucu kita," ujarnya.
Ribuan bibit yang ditanam terdiri dari berbagai jenis pohon produktif dan konservasi, seperti alpukat, mangga, cemara, dan durian. Pemilihan lokasi di area sumber air Cipondok sangat strategis karena dapat meningkatkan daya serap air tanah, sehingga membantu menjaga kualitas dan kelimpahan air bersih.
Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang (TRS), Lukman Nurhakim, menegaskan bahwa kerja sama antara Perumda TRS dan PT Aqua telah berlangsung sejak tahun 1997. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi ini merupakan bukti komitmen jangka panjang antara kedua pihak.
"Ini bukti kerjasama kami yang tetap terjaga dengan baik. Kami tahun 90-an sudah mendapatkan izin pengelolaan mata air Cipondok, kemudian dikerjasamakan dengan Perumda TRS yang sebelumnya PDAM, dan kita jaga bersama," ujarnya.
Lukman menekankan bahwa area mata air Cipondok adalah milik negara yang harus dikelola untuk kepentingan publik. Kepentingan publik ini sangat besar, karena sekitar 40 ribu warga di Subang bergantung pada pasokan air bersih dari sumber air ini.
Salah satu tujuan utama penanaman 1.820 pohon ini adalah mencegah bencana longsor yang pernah melanda wilayah tersebut tahun lalu. "Kami mencegah dengan penanaman pohon ini agar mata air tetap mengalir dan lingkungan tetap lestari," kata Lukman, menggarisbawahi pentingnya konservasi sebagai upaya mitigasi bencana.
Kepala Desa Darmaga, Sukmana Ependi, turut mengapresiasi upaya pelestarian ini. Ia menyebut Mata air Cipondok sebagai sumber kehidupan bagi warga sekitar, sehingga menjaganya adalah tanggung jawab bersama.
Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berlipat ganda, yakni meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menjamin keberlangsungan layanan air bersih dan melindungi masyarakat dari bencana.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar