Kepemilikan Arsari Group di PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN)
Arsari Group, yang dimiliki oleh Hashim Djojohadikusumo, kembali melakukan aksi korporasi di lantai bursa. Kali ini, perusahaan tersebut menanamkan modal di emiten ekosistem bursa kripto, yaitu PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN). Langkah ini menandai masuknya Arsari Group sebagai salah satu pemegang saham COIN.
Aksi investasi ini merupakan kelanjutan dari kebijakan Arsari Group dalam mengembangkan portofolio investasinya. Sebelumnya, pada akhir 2024, Arsari Group juga telah memperoleh kepemilikan saham di PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI).
Melalui perusahaan investasinya, PT Arsari Nusa Investama, Arsari Group mengumumkan bahwa mereka resmi menjadi pemegang saham COIN pada Rabu (10/12/2025). Namun, informasi mengenai jumlah saham yang dibeli serta nilai transaksi tidak diungkapkan secara rinci.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi saham COIN di pasar reguler pada hari itu tercatat sangat besar. Nilai transaksinya mencapai Rp1,23 triliun dengan 28,29 juta saham yang diperdagangkan sebanyak 91.684 kali. Selain itu, BEI juga mencatat adanya 7 kali transaksi saham COIN di pasar non-reguler atau negosiasi senilai Rp352,95 miliar yang melibatkan 294,11 juta saham COIN.
Visi dan Tujuan Investasi
Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa keputusan investasi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap transformasi digital Indonesia. Ia menekankan bahwa visi Arsari Group sejalan dengan COIN beserta entitas anaknya, seperti PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), yang sudah memiliki izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami melihat COIN memiliki fondasi kuat serta ekosistem yang lengkap dan paling siap untuk menjadi katalis dalam membangun dan mengembangkan industri aset digital nasional,” ujar Aryo dalam siaran pers, Rabu (10/12/2025).
Menurut Aryo, investasi ini bukan hanya tentang nilai ekonomi, tetapi juga tentang membangun kedaulatan digital Indonesia yang mampu menghasilkan inovasi dan nilai tambah bagi ekonomi nasional. Ia menilai bahwa ekosistem aset digital di Indonesia semakin berkembang dengan dukungan regulasi yang matang melalui pengawasan OJK.
Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat inovasi aset digital dan pusat perdagangan aset digital di kawasan Asia Tenggara. “Kami memandang Industri Aset Keuangan Digital sebagai salah satu kunci akselerasi transformasi digital, yang menjadi pilar vital dalam mencapai visi besar Indonesia Emas 2045,” imbuh Aryo.
Dukungan dari COIN
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyebut kehadiran Arsari Group memberikan nilai tambah signifikan bagi COIN, terutama dalam memperkuat tata kelola yang baik untuk korporasi skala besar. Ia menambahkan bahwa kehadiran Arsari Group juga meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri aset digital secara umum, khususnya kepada COIN.
Dengan dukungan keahlian lintas sektor dan jaringan global Arsari Group, COIN akan mempercepat pengembangan produk-produk inovatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Aset Digital
Indonesia kini menempati posisi strategis sebagai salah satu pasar aset kripto terbesar di dunia. Hal ini tercermin dari data OJK hingga akhir Oktober 2025 yang mencatat jumlah pengguna telah mencapai lebih dari 18 juta konsumen, dengan total nilai transaksi menembus Rp409,56 triliun.
Posisi strategis ini diperkuat oleh laporan 2025 Global Crypto Adoption Index dari Chainalysis, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia.

Investasi Awal di WIFI
Melalui entitas usaha yang berbeda, Arsari Group sudah lebih dulu menjadi pemegang saham WIFI. Transaksi itu dilakukan pada akhir 2024.
Sebagai informasi, WIFI menjelaskan pada 23 Desember 2024, telah terjadi penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) antara pemegang saham pengendali PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) dengan beberapa pengusaha dan tokoh nasional, untuk mengambil sebagian saham WIFI.
Tinawati sebagai pemegang saham WIFI telah menjual 45% saham PT Investasi Sukses Bersama kepada PT Arsari Sentra Data, sehingga terjadi perubahan kepemilikan terhadap saham WIFI secara tidak langsung. Dengan pembelian itu, Arsari Sentra Data menggenggam 22,55% saham WIFI secara tidak langsung melalui kepemilikan 45% pada PT Investasi Sukses Bersama.
“Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan status kepemilikan saham secara tidak langsung,” kata Direktur Utama WIFI Yune Marketatmo, Jumat (10/1/2025).
Setelah masuknya Arsari Group, WIFI bergerak dengan lincah. Pada Rabu (22/10/2025), Surge melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama multi-tahun dengan Qualcomm Technologies, Inc. untuk penyediaan solusi platform Qualcomm Dragonwing FWA.
Kerja sama ini akan mendukung Proyek Broadband Terjangkau Surge, yang menargetkan pasar potensial hingga 25 juta rumah tangga dalam 5 tahun ke depan.
Selain itu, Surge menyampaikan telah membangun 1,5 juta home pass sampai dengan September 2025. Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk Shannedy Ong menuturkan sampai September lalu, WIFI telah menggelar 1,5 juta home pass dan 830.000 home connect, dengan take up rate 55%.
Surge meluncurkan internet berkecepatan tinggi 2 Gbps hari ini di SMPN 15 Denpasar, Bali (3/10/2025). Peluncuran ini dibuka oleh adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo yang hadir secara daring.
Hashim Djojohadikusumo yang juga merupakan pemegang saham WIFI mengatakan konektivitas merupakan tulang punggung pendidikan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pihaknya memilih SMPN 15 Denpasar sebagai lokasi peluncuran, untuk menegaskan bahwa setelah infrastruktur digital dibangun, pendidikan adalah kunci berikutnya dalam mendukung kemajuan bangsa.
"Dengan internet kelas dunia yang kami hadirkan, WIFI dan para mitra memastikan sekolah, komunitas, hingga UMKM memiliki akses untuk sukses di era digital,” ujar Hashim, Jumat (3/10/2025).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar