
Pameran J+ Art Awards: Living Lines Resmi Dibuka di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta
ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta baru saja meresmikan pameran seni bertajuk J+ Art Awards: Living Lines. Pameran ini menampilkan karya-karya dari tiga seniman terpilih yang berasal dari hampir 500 peserta internasional. Karya-karya yang dipamerkan menggambarkan berbagai tema seperti imajinasi, hubungan manusia dengan alam, serta dinamika persepsi.
Pameran ini diadakan di area Artspace lobby hotel dan dibuka pada Jumat (5/12/2025). Acara dihadiri oleh tamu undangan, seniman, serta para pecinta seni. Sebagai bagian dari kolaborasi antara Connected Art Platform dan ARTOTEL Group, pameran ini menjadi ajang untuk memperkenalkan karya-karya seni yang menarik perhatian publik.
Seniman Pertama: Becky Karina
Seniman pertama yang diperkenalkan dalam pameran adalah Becky Karina. Ia memamerkan karya berjudul Resting Where Imagination Blooms. Lukisan ini menggambarkan jeda di tengah hiruk pikuk pikiran. Dalam karyanya, Becky menggambarkan hutan fantasi penuh warna yang merepresentasikan proses kreatifnya saat mengubah kekacauan batin menjadi energi positif.
Karya ini mencerminkan kekuatan imajinasi sebagai alat untuk menemukan ketenangan dan kejelasan dalam kehidupan sehari-hari. Pengunjung dapat melihat bagaimana Becky mampu menyampaikan pesan mendalam melalui penggunaan warna dan simbol-simbol alam.
Seniman Kedua: Oceu Apristawijaya
Selanjutnya, Oceu Apristawijaya memamerkan empat karya, yaitu Tumblrearth, Urban Forest, Restoration, dan Waiting for the Rain. Karya-karya ini menyoroti hubungan manusia dengan alam melalui figur-figur hibrida. Setiap karya memiliki makna tersendiri, mulai dari ekologi yang rapuh hingga refleksi tentang kota dan alam.
Karya Waiting for the Rain khususnya mengeksplorasi makna hujan sebagai simbol pemulihan kehidupan. Dengan menggunakan teknik visual yang kaya akan detail, Oceu berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan sekitarnya.
Seniman Ketiga: Uce Alamsyah Lubis (Oetje Lamno)
Uce Alamsyah Lubis (dikenal juga dengan nama Oetje Lamno) memperkenalkan dua karya, yaitu Mind of Attraction dan Fatamorfosa. Kedua karya ini menyoroti perbedaan perspektif antara apa yang dilihat dan apa yang dirasakan. Selain itu, karya-karya ini juga menggambarkan dinamika rasionalitas dalam memaknai realitas.
Dengan pendekatan artistik yang unik, Uce mampu membuka ruang untuk diskusi mendalam tentang cara manusia memahami dunia sekitarnya. Karya-karyanya mengundang pengunjung untuk merenung dan mengeksplorasi sudut pandang mereka sendiri.
Peran Seni dalam Pengalaman Menginap
General Manager ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, Reza Farhan, menyatakan bahwa pameran ini menjadi bagian penting dari upaya hotel untuk mengintegrasikan seni dalam pengalaman menginap. Kami sangat senang dapat membuka ruang ini untuk para seniman dan publik. Kegiatan hari ini menegaskan kembali komitmen kami untuk menjadikan seni sebagai bagian dari pengalaman para tamu, ujarnya.
Setelah sesi sambutan, para pengunjung diajak melihat langsung karya-karya yang dipamerkan dan berdialog dengan seniman. Antusiasme terlihat dari diskusi singkat antara tamu dan pelaku seni yang berlangsung di area Artspace.
Jadwal Pameran
Pameran Living Lines dapat dikunjungi publik mulai 5 Desember 2025 hingga 5 Februari 2026 di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta. Pengunjung dapat menikmati karya-karya seni yang menginspirasi dan mengajak untuk lebih memahami dunia melalui perspektif seniman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar