Arus Balik Nataru 2025/2026 Menuju Jakarta Masih Didominasi Kendaraan dari Jawa Barat
Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menuju Jakarta masih didominasi oleh kendaraan yang berasal dari wilayah Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memilih rute perjalanan melalui jalur Tol Cipularang dan Tol Jagorawi sebagai pilihan utama dalam kembali ke ibu kota.
Titik krusial yang perlu diwaspadai adalah pertemuan arus lalu lintas dari Trans Jawa dan Bandung di sekitar KM 66 Tol Jakarta-Cikampek. Pada titik tersebut, terdapat potensi kemacetan yang tinggi, sehingga perlu adanya antisipasi dari berbagai pihak terkait.
PT Jasa Marga telah menyiapkan beberapa skenario pengendalian lalu lintas secara situasional. Salah satu langkah yang bisa dilakukan jika terjadi kepadatan adalah penerapan contraflow pada ruas Tol Jakarta-Cikampek dari KM 70 hingga KM 47. Langkah ini dilakukan dalam kerja sama dengan Korlantas Polri untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Data Lalu Lintas Menunjukkan Dominasi Kendaraan dari Jawa Barat
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyampaikan bahwa hingga Sabtu (3/1/2026) siang, sekitar 2,5 juta kendaraan telah kembali masuk ke Jakarta melalui jalan tol. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 persen berasal dari Jawa Barat atau melalui Cipularang, sedangkan sisanya 47 persen berasal dari arah Trans Jawa.
Rivan menjelaskan bahwa ada selisih sekitar 190 ribu kendaraan antara jumlah kendaraan yang keluar dan yang masuk Jakarta. Selisih ini diperkirakan menjadi gelombang terakhir arus balik yang berpotensi memicu kepadatan lalu lintas pada Minggu (4/1/2026).
"Total kendaraan yang keluar dari Jakarta sudah mencapai 2,7 juta atau sekitar 93 persen dari proyeksi. Sementara yang masuk baru 2,5 juta kendaraan. Selisih ini yang kami perkirakan akan menjadi puncak arus balik," ujarnya.

Pengelolaan Arus Lalu Lintas di Jalur Tol Jakarta-Cikampek dan Jagorawi
Menurut Rivan, pertemuan arus dari Trans Jawa dan Bandung di sekitar KM 66 Tol Jakarta-Cikampek menjadi salah satu titik krusial yang perlu diantisipasi. Untuk itu, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah skenario pengendalian lalu lintas secara situasional.
Selain Tol Jakarta-Cikampek, Rivan juga menyebut bahwa arus kendaraan dari arah Bogor cukup signifikan. Hal ini membuat Tol Jagorawi turut menjadi perhatian dalam pengelolaan arus balik Nataru tahun ini.
"Komposisi kendaraan yang keluar Jakarta sebelumnya juga menunjukkan 23 persen menuju Bogor. Artinya, arus balik dari wilayah wisata dan Jawa Barat memang cukup dominan," ucap Rivan.
Ia memastikan bahwa Jasa Marga Group telah menyiapkan seluruh infrastruktur dan petugas di lapangan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, baik di Tol Trans Jawa, Cipularang, maupun Jagorawi.
Harapan Menteri Perhubungan untuk Kepastian Kelancaran Arus Balik
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan balik Nataru. Ia berharap hingga puncak arus balik, perjalanan masyarakat tetap berlangsung aman dan lancar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memperhatikan informasi lalu lintas dan cuaca agar perjalanan kembali ke rumah berjalan dengan selamat,” ujar Dudy.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar