AS serang Venezuela dan tangkap Maduro, Trump sebut operasi brilian, basmi narkoba atau demi minyak?

AS serang Venezuela dan tangkap Maduro, Trump sebut operasi brilian, basmi narkoba atau demi minyak?

 nurulamin.pro - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan negaranya berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah operasi militer besar-besaran di Caracas, Sabtu dini hari waktu setempat.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa Maduro bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela. 

“Amerika Serikat berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya,” tulis Trump.

Ledakan Mengguncang Caracas

Wartawan AFP melaporkan serangkaian ledakan terdengar sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat. 

Kobaran api dan asap tebal terlihat membubung dari kompleks militer Fuerte Tiuna, markas militer terbesar Venezuela. 

Pangkalan udara Carlota di utara kota serta kawasan pelabuhan La Guaira juga dilaporkan menjadi sasaran.

Sejumlah warga mengaku panik. 

“Saya merasa ledakan itu mengangkat saya dari tempat tidur. 

Saya langsung berpikir, ‘Ya Tuhan, hari itu telah tiba,’ dan saya menangis,” ujar Maria Eugenia Escobar, warga La Guaira berusia 58 tahun.

Respons Pemerintah Venezuela

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Venezuela menyampaikan, "Venezuela di hadapan komunitas internasional menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela."

Kementerian Pertahanan Venezuela juga menuduh militer AS menargetkan area permukiman warga, dan akan mengerahkan kekuatan militer besar-besaran sebagai respons.

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro yang dikenal berpandangan kiri, menyerukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Ia juga memerintahkan pengerahan pasukan tambahan ke perbatasan negaranya yang berbatasan langsung dengan Venezuela.

Trump Sebut Operasi “Brilian”

Dalam wawancara singkat dengan New York Times, Trump menyebut operasi penangkapan Maduro sebagai sesuatu yang brilian. 

"Banyak perencanaan yang baik dan banyak pasukan serta orang-orang hebat," kata Trump kepada surat kabar tersebut.

Ia juga menyatakan, akan menggelar konferensi pers pada pukul 11.00 pagi waktu setempat (23.00 WIB) di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.

Trump sebelumnya beberapa kali mengancam akan melakukan intervensi militer terhadap Venezuela.

Presiden ke-47 AS itu juga mengerahkan kapal induk dan kapal perang ke wilayah Karibia, yang disebut sebagai bagian dari kampanye pemberantasan penyelundupan narkoba.

Pada awal pekan ini, Trump mengatakan bahwa Maduro sebaiknya mundur secara bijaksana.

Ia juga menyebut bahwa AS telah menyerang dan menghancurkan area dermaga yang diyakini digunakan oleh kapal-kapal penyelundup narkoba Venezuela.

Mengapa AS menyerang Venezuela?

Amerika Serikat menuding Maduro terlibat jaringan kartel narkoba, tetapi tuduhan itu berulang kali dibantah oleh Maduro.

Dia mengeklaim bahwa tuduhan tersebut merupakan upaya Washington menggulingkannya dan menguasai cadangan minyak Venezuela, salah satu yang terbesar di dunia.

Beberapa pekan terakhir, Washington memperketat sanksi ekonomi terhadap Venezuela, melarang maskapai terbang di atas wilayah udara negara itu, serta menyita kapal-kapal tanker pembawa minyak Venezuela.

Menurut militer AS, sejak September 2025, telah dilakukan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Karibia dan Samudera Pasifik timur. 

Serangan itu diklaim menewaskan sedikitnya 107 orang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul AS Tangkap Presiden Venezuela dan Istri, Terbangkan ke Luar Negeri

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan