
Serangan Militer AS ke Venezuela: Potensi Kekacauan Ekonomi Global
Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada dini hari Sabtu, 3 Januari 2026, menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global. Salah satu efek yang diperkirakan adalah lonjakan harga emas, yang diprediksi bisa mencapai Rp 2.600.000 per gram dalam waktu dekat.
Ledakan besar mengguncang Ibu Kota Venezuela, Caracas, pada pukul 02.00 waktu setempat atau 13.00 WIB. Pemerintah Venezuela menuduh AS sebagai pelaku serangan dan langsung menetapkan status darurat nasional. Sejumlah media AS melaporkan bahwa ledakan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump. Pernyataan resmi pemerintah Venezuela menyebut tindakan tersebut sebagai agresi militer yang serius terhadap kedaulatan negara.
"Venezuela di hadapan komunitas internasional menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer yang sangat serius yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat Venezuela," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari AFP.
Dampak Ledakan di Caracas
Jurnalis AFP melaporkan dentuman keras terdengar di berbagai titik di Caracas, disertai suara pesawat tempur yang terbang rendah. Kepanikan melanda warga ibu kota, dengan banyak penduduk berhamburan keluar rumah setelah merasakan getaran kuat akibat ledakan. "Seluruh daratan bergetar. Ini mengerikan. Kami mendengar ledakan dan pesawat di kejauhan," ujar Carmen Hidalgo, warga Caracas, kepada The Guardian.
Asap tebal terlihat membubung dari sejumlah fasilitas strategis, seperti Pangkalan Udara La Carlota di pusat kota, kompleks militer Fuerte Tiuna, serta Bandara Higuerote di wilayah timur Caracas. Media AS seperti CBS News dan Fox News mengutip sumber anonim dari pemerintahan Trump yang menyebut militer AS terlibat langsung dalam operasi tersebut dengan target instalasi militer strategis Venezuela. Hingga kini, Gedung Putih dan Pentagon belum memberikan pernyataan resmi.
Presiden Kolombia Gustavo Petro juga mengonfirmasi adanya serangan. Melalui media sosial X, Petro menyebut Caracas sedang dibombardir menggunakan rudal dan mendesak Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang darurat.
Ketegangan AS-Venezuela yang Berlarut
Ketegangan antara AS dan Venezuela telah berlangsung lama, diperparah oleh sanksi ekonomi Washington serta tuduhan pelanggaran HAM terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Prediksi Lonjakan Harga Emas
Ketidakpastian geopolitik akibat konflik ini diperkirakan memicu efek domino di pasar keuangan global. Salah satu aset yang berpotensi terdampak adalah emas, yang selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) saat krisis.
Berdasarkan data terakhir per Sabtu (3/1/2026), harga emas tercatat berada di level Rp 2.488.000 per gram. Namun seiring meningkatnya tensi geopolitik global pasca serangan AS ke Venezuela, harga emas diprediksi kembali menguat. Sejumlah analis memperkirakan harga emas berpeluang naik hingga menyentuh Rp 2.600.000 per gram apabila konflik berlanjut dan ketidakpastian global semakin meningkat.
Hingga saat ini, situasi keamanan di Caracas masih belum stabil. Sementara itu, pelaku pasar global terus mencermati perkembangan konflik yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga komoditas, nilai tukar, dan pasar keuangan dunia.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Emas
Beberapa faktor fundamental yang memengaruhi kenaikan harga emas, antara lain:
-
Melemahnya Nilai Tukar Dolar AS
Harga emas berbanding terbalik dengan kekuatan dolar. Dolar melemah → emas naik. -
Tingginya Permintaan Pasar
Permintaan dari sektor industri, perhiasan, hingga pembelian emas oleh bank sentral bisa mendongkrak harga. -
Menurunnya Pasokan Emas
Produksi tambang emas yang menurun membuat pasokan terbatas sehingga harga terdorong naik. -
Ketidakpastian Ekonomi & Geopolitik
Krisis ekonomi, perang, hingga ketegangan politik membuat investor memburu emas sebagai aset aman. -
Kebijakan Moneter
Penurunan suku bunga The Fed biasanya membuat emas lebih menarik dibanding instrumen lain. -
Laju Inflasi Tinggi
Saat inflasi meningkat, nilai uang tergerus. Investor cenderung beralih ke emas karena nilainya lebih stabil.
Kenaikan harga emas biasanya menjadi tanda adanya ketidakstabilan global atau antisipasi pasar terhadap kondisi tertentu.
Bagi investor, memiliki emas bisa menjadi strategi perlindungan kekayaan jangka panjang. Kini, kamu bisa mulai berinvestasi emas dengan cara sederhana, misalnya melalui Tabungan Emas Pegadaian yang bisa dimulai dari Rp10 ribuan saja.
Dengan konsistensi menabung emas, saldo dapat dikonversi menjadi emas batangan, ditransfer, atau dicairkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar