AS Serang, Venezuela Minta PBB Gelar Rapat Darurat


nurulamin.pro,
JAKARTA - Pemerintah Venezuela meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar rapat darurat setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan ke negara tersebut.

Menurut laporan yang diterima, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyampaikan pernyataan bahwa pihaknya akan meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar pertemuan. “Sebagai respons atas agresi kriminal yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap bangsa kami, kami telah meminta rapat darurat Dewan Keamanan PBB, badan yang bertanggung jawab menegakkan hukum internasional,” ujar Gil melalui Telegram, seperti dikutip dari Anadolu.

Gil menegaskan bahwa tidak ada serangan yang mampu mengalahkan kekuatan rakyat Venezuela. Menurutnya, rakyat akan tetap bertahan dan menjadi pemenang. Pemerintah Venezuela juga menuduh Amerika Serikat menyerang fasilitas sipil dan militer di beberapa wilayah serta menetapkan status darurat nasional.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi adanya serangan dalam skala besar melalui platform media sosial Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri. “Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya, ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri,” tulis Trump di media sosial, sebagaimana dilansir dari Bloomberg.

Trump juga menyatakan akan mengadakan konferensi pers pada pukul 11 pagi waktu setempat di Mar-a-Lago, perkebunannya di Palm Beach, Florida. Penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, menandai intervensi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kejatuhan yang mengejutkan bagi pemimpin Venezuela yang menjadi presiden sejak 2013.

Serangan tersebut memicu kecaman dari para pendukung Maduro termasuk Kementerian Luar Negeri Rusia dan Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB. Sementara itu, sekutu Trump seperti Presiden Argentina Javier Milei merayakan berita tersebut.

Maduro telah menjadi target kampanye tekanan AS sejak masa jabatan pertama Trump. Pemerintahan Trump menuduhnya memimpin organisasi penyelundup narkoba yang merupakan ancaman keamanan nasional. Selain itu, presiden AS juga merujuk pada cadangan minyak negara yang sangat besar.

Meskipun hanya sedikit perusahaan internasional yang beroperasi di Venezuela karena sanksi AS, Chevron Corp. yang berbasis di Houston adalah mitra utama produsen minyak negara tersebut, di bawah izin khusus dari Departemen Keuangan. Perusahaan tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dikirim di luar jam kerja.

Tantangan Politik dan Diplomasi

Peristiwa ini membuka krisis diplomatik yang mendalam antara dua negara. Pemerintah Venezuela menganggap tindakan AS sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan hak asasi manusia. Sementara itu, pihak AS berargumen bahwa tindakan mereka bertujuan untuk menjaga stabilitas regional dan menghentikan praktik ilegal yang dianggap mengancam keamanan global.

Reaksi Internasional

Banyak negara di dunia mengecam tindakan AS, dengan beberapa negara seperti Rusia dan Cina menyatakan dukungan penuh kepada Venezuela. Di sisi lain, negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan AS, seperti Argentina dan Chili, menunjukkan sikap yang lebih netral atau bahkan mendukung langkah AS.

Konsekuensi Ekonomi

Sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS terhadap Venezuela telah memengaruhi kondisi ekonomi negara tersebut selama bertahun-tahun. Meskipun demikian, beberapa perusahaan internasional masih tetap beroperasi di bawah izin khusus. Hal ini menunjukkan kompleksitas hubungan ekonomi antara Venezuela dan negara-negara besar.


Kondisi politik dan diplomasi di kawasan Amerika Latin semakin memanas. Isu-isu seperti intervensi asing, pengaruh kekuatan global, dan kesejahteraan rakyat menjadi fokus utama. Kedua belah pihak harus mencari solusi yang dapat menghindari eskalasi konflik dan menjaga stabilitas regional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan