AS Serang Venezuela, Produksi Minyak Tetap Stabil Di Tengah Ketegangan


JAKARTA, nurulamin.pro
– Peristiwa serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela menjadi perhatian global setelah pihak AS mengklaim telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Meski situasi keamanan di Caracas, ibu kota negara tersebut, semakin memanas akibat serangan yang terjadi, operasi produksi dan pengilangan minyak di Venezuela tetap berjalan normal.

Menurut laporan Reuters, dua sumber yang mengetahui langsung operasional perusahaan energi negara Venezuela, PDVSA, menyatakan bahwa tidak ada kerusakan pada fasilitas produksi minyak. Informasi ini muncul di tengah isu tentang bom yang diberitakan dan meningkatnya ketegangan antara Venezuela dengan Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa pasukan AS telah menangkap Nicolas Maduro, setelah berbulan-bulan tekanan terkait tuduhan perdagangan narkoba dan klaim ketidakabsahan kekuasaannya. Pernyataan itu memperkuat narasi bahwa Venezuela diserang secara langsung oleh Amerika Serikat.

Dari sisi lain, pelabuhan La Guaira yang terletak dekat Caracas dilaporkan mengalami kerusakan parah. Pelabuhan tersebut merupakan salah satu pelabuhan terbesar di negara itu, meskipun tidak digunakan untuk ekspor minyak.

Pada Desember lalu, Trump mengumumkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari Venezuela. Selain itu, Amerika Serikat juga menyita dua kargo minyak Venezuela.

Kebijakan tersebut menyebabkan ekspor minyak negara anggota OPEC itu turun tajam bulan lalu menjadi sekitar setengah dari 950.000 barrel per hari yang dikirimkan pada November, berdasarkan data pemantauan dan dokumen internal yang dilihat Reuters.

Langkah Amerika Serikat itu mendorong banyak pemilik kapal mengalihkan rute menjauhi perairan Venezuela. Kondisi tersebut dengan cepat meningkatkan persediaan minyak mentah dan bahan bakar PDVSA.

Akibatnya, PDVSA terpaksa memperlambat pengiriman di pelabuhan serta menyimpan minyak di kapal tanker. Langkah ini dilakukan untuk menghindari pemangkasan produksi minyak mentah maupun kapasitas pengilangan.

Selain tekanan eksternal, sistem administrasi PDVSA juga belum sepenuhnya pulih dari serangan siber pada Desember lalu.

Reuters melaporkan, serangan tersebut memaksa perusahaan mengisolasi terminal, ladang minyak, dan kilang dari sistem pusat serta menggunakan pencatatan manual demi menjaga kelangsungan operasi.

Di tengah eskalasi serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela yang memicu ketidakpastian politik dan keamanan di ibu kota Venezuela, sumber-sumber menegaskan bahwa kegiatan produksi minyak masih dijalankan secara normal, meski tekanan dari konflik Venezuela vs Amerika terus berlanjut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan