Asal Usul Virus Corona: Desember Kelabu di Wuhan Jadi Wabah Global


aiotrade

Awal Mula Wabah dan Penyebaran Global

Akhir tahun sering kali menjadi momen yang penuh kegembiraan di seluruh dunia. Namun, enam tahun lalu, situasi berbeda. Saat itu, akhir tahun justru menjadi awal dari penyebaran ketakutan yang melibatkan wabah penyakit yang kini dikenal sebagai Covid-19.

Menurut lini masa yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar akhir Desember 2019, otoritas kesehatan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, melaporkan munculnya sejumlah kasus pneumonia misterius. Kasus pertama diperkirakan terjadi pada November 2019. Pada 31 Desember 2019, Komisi Kesehatan Wuhan mengonfirmasi adanya klaster pasien dengan gejala pneumonia berat dan melaporkannya kepada Kantor WHO di Tiongkok. Informasi ini kemudian dipublikasikan oleh WHO dalam pernyataan resmi pada Januari 2020.

Pada periode antara 31 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020, tercatat 44 kasus pneumonia dengan penyebab belum diketahui. Banyak dari kasus awal ini dikaitkan dengan Huanan Seafood Wholesale Market, sebuah pasar hewan hidup yang kemudian ditutup oleh pihak berwenang untuk investigasi lebih lanjut. WHO menyebut bahwa hubungan antara pasar tersebut dan kasus pneumonia menjadi fokus utama dalam respons awal terhadap wabah.

Identifikasi Virus dan Nama Resmi

Pada 7 Januari 2020, otoritas Tiongkok berhasil mengidentifikasi penyebab penyakit tersebut. Virus yang menimbulkan infeksi ini termasuk dalam keluarga coronavirus. Awalnya, virus ini diberi nama 2019-nCoV (novel coronavirus 2019).

Pada 11 Februari 2020, WHO secara resmi menamai penyakit ini Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Di hari yang sama, Komite Internasional Taksonomi Virus (ICTV) menetapkan nama virusnya sebagai SARS-CoV-2, karena memiliki hubungan genetik dengan virus SARS yang muncul pada 2003. Informasi ini dipublikasikan oleh WHO dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dalam pernyataan resmi mereka.

Penyebaran Ke Luar Tiongkok

Wabah mulai menyebar ke luar Tiongkok ketika Thailand melaporkan kasus pertama di luar negeri pada 13 Januari 2020. Kasus tersebut terkait dengan seorang turis yang pernah berkunjung dari Wuhan. Data ini dikonfirmasi oleh WHO dalam laporan harian perkembangan wabah.

Tidak lama kemudian, kasus serupa juga terdeteksi di Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Di Indonesia, kasus pertama teridentifikasi pada 3 Maret 2020.

Pembatasan Perjalanan dan Lockdown

Untuk membatasi penyebaran, Pemerintah Tiongkok memberlakukan lockdown di Wuhan dan sebagian besar Provinsi Hubei pada 23 Januari 2020. Sejumlah negara lain juga melakukan pembatasan perjalanan ke luar negeri. Di Indonesia, pembatasan ini berlaku sejak 8 Maret 2020.

Status Darurat Global

Lonjakan kasus yang semakin cepat memicu WHO menetapkan wabah Covid-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)—status darurat kesehatan global—pada 30 Januari 2020. Direktur Jenderal WHO saat itu, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut bahwa keputusan ini diambil karena penyebaran virus ke berbagai negara dengan sistem kesehatan yang rentan.

Pada 11 Maret 2020, WHO secara resmi menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global, setelah virus tercatat menyebar di lebih dari 110 negara dengan eskalasi penularan yang sangat cepat.

Respons di Indonesia

Di Indonesia, meskipun tidak melakukan lockdown, Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyerukan social distancing serta menghimbau perusahaan untuk melaksanakan work from home pada 16 Maret 2020.

Selanjutnya, sejumlah gedung seperti Wisma Atlet Kemayoran dialih-fungsikan untuk perawatan pasien dengan gejala ringan. Pada awal April, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) efektif dilakukan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Pada 13 April 2020, Jokowi menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional. Setelah itu, selama tiga tahun, kondisi dunia tetap dalam bayang-bayang virus tersebut. Pada 2021 dan 2022, kasus sempat melonjak tajam.

Akhir Status Darurat

Pada Mei 2023, WHO secara resmi mengakhiri status darurat kesehatan masyarakat global terkait Covid-19.

Asal Usul Virus

Asal-usul SARS-CoV-2 masih terus diteliti hingga saat ini. Penelitian gabungan WHO–China yang dirilis pada 2021 menyimpulkan bahwa skenario paling mungkin adalah penularan dari hewan ke manusia (zoonosis), dengan dugaan kelelawar sebagai reservoir utama dan kemungkinan adanya hewan perantara.

Teori lain yang diselidiki adalah kemungkinan virus bocor dari Institut Virologi Wuhan (WIV) yang melakukan penelitian tentang coronavirus. Baik WHO maupun badan intelijen AS telah melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan ini.

Meski demikian, WHO menegaskan bahwa belum ada kesimpulan final karena sejumlah data penelitian awal di Wuhan belum sepenuhnya dapat diakses untuk kepentingan investigasi ilmiah global.

WHO menekankan bahwa penelusuran asal virus merupakan kebutuhan ilmiah untuk mempersiapkan respons pandemi masa depan, bukan sekadar debat politik atau tudingan antarnegara.

Apapun asal-usulnya, pandemi Covid-19 telah mencatat korban dalam jumlah besar. Data WHO bahkan mencatat jutaan kematian di seluruh dunia akibat infeksi virus tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan