ASDP: Truk Logistik Dominasi Kapal Saat Nataru

Pergerakan Penyeberangan Antarpulau Mulai Menurun Pasca Nataru


PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan bahwa pergerakan penyeberangan antarpulau mulai menunjukkan penurunan setelah melewati fase puncak Arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hal ini terlihat dari berbagai indikator yang mencerminkan kembalinya pola perjalanan ke kondisi normal pasca libur panjang.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menjelaskan bahwa pergerakan kendaraan masih didominasi oleh truk logistik dan angkutan bus. Meskipun ada peningkatan pada segmen tertentu, hal ini tidak mengganggu stabilitas layanan secara keseluruhan. Ia menyatakan bahwa distribusi barang tetap berjalan aktif, sementara mobilitas masyarakat banyak menggunakan angkutan umum.

Pada Jumat (2/1/2026), atau H+8 Nataru, tercatat sebanyak 2.463 unit truk logistik dan 288 unit bus menyeberang dari Sumatra menuju Jawa. Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah truk logistik yang menyeberang pada H+8 meningkat 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada angkutan bus sebesar 6,7%.

Namun secara agregat, total kendaraan dari Sumatra ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat 7.420 unit atau turun 5,7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Jumlah penumpang mencapai 30.617 orang, turun tipis 1,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa pada lintasan sebaliknya, yakni Jawa menuju Sumatra, tren pergerakan juga mulai melandai seiring berakhirnya fase puncak mobilitas libur. Jumlah truk logistik tercatat 955 unit atau turun 46,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah bus mencapai 338 unit atau turun 4%. Total penumpang dari Jawa ke Sumatra tercatat 30.302 orang atau turun 10,3%, dengan total kendaraan 5.791 unit atau menurun 21,3%. Menurut Windy, penurunan tersebut mencerminkan kembalinya pola perjalanan ke kondisi yang lebih normal pasca libur panjang.

ASDP terus mengoptimalkan kesiapan operasional dengan sebanyak 786 petugas disiagakan, pengoperasian 28 kapal pada kondisi normal serta penambahan hingga 33 kapal saat kondisi sangat padat. Penerapan delaying system dilakukan guna mengendalikan arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di area pelabuhan.

Koordinasi lintas pemangku kepentingan juga diperkuat, termasuk dengan BMKG, KSOP, dan BPTD, guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan optimal, terutama di tengah dinamika cuaca dan pergerakan kendaraan yang masih fluktuatif.

Terkait akses menuju Pelabuhan Ciwandan yang sempat tergenang sejak Jumat malam (2/1/2026) akibat curah hujan tinggi, ASDP menyampaikan kondisi saat ini telah berangsur pulih dan kembali terkendali. Pelayanan penyeberangan tetap berjalan melalui Pelabuhan Merak untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan I hingga VII. Sementara kendaraan logistik besar golongan VIII dan IX masih dialihkan melalui Pelabuhan BBJ sebagai bagian dari pengaturan operasional.

Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-10 hingga H+8 tercatat 688.455 orang atau naik 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total kendaraan 150.736 unit atau turun 6,4%. Sementara arus dari Sumatra ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 607.767 penumpang atau naik 0,4%, dengan total kendaraan 151.367 unit atau meningkat 3,4%.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan