Astaga! Banjir Mengancam Kota Tasikmalaya di Hari Kedua Tahun Baru

Hujan Dari Siang Hingga Malam Mengganggu Aktivitas Warga Kota Tasikmalaya

Memasuki awal Tahun Baru 2026, Kota Tasikmalaya langsung diguyur hujan yang berlangsung dari siang hingga malam. Akibatnya, berbagai aktivitas warga terhambat karena munculnya genangan air di berbagai sudut kota, termasuk di jalur-jalur utama. Hujan yang turun sejak siang hingga sore menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian warga, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Meski hujan yang turun tidak berpotensi memicu bencana alam, tetapi beberapa jalan dan parit mengalami genangan air. Bahkan, air di sejumlah jalan protokol dan aliran sungai terlihat cukup deras. Beberapa jalan utama di Kota Tasikmalaya ramai oleh lalu-lalang kendaraan yang masih menikmati libur Tahun Baru, tetapi harus menghadapi kemacetan akibat genangan air yang menutupi jalan-jalan utama. Genangan air tersebut menahan laju kendaraan yang melintasi jalan tersebut.

Warga Kaget dengan Genangan Air di Jalan Utama

Seorang warga Kota Tasikmalaya yang kini tinggal di Bekasi, Nanda Musdzalifah (32), mengaku kaget saat hendak menuju sebuah mall di jalan utama yakni HZ. Musthafa. Ia dihadapkan pada kemacetan yang cukup panjang. Lebih kaget lagi, ia mengetahui adanya genangan air yang cukup tinggi, sehingga mobil berjalan perlahan.

Menurut Nanda, lebih kaget lagi saat meluncur menuju Jl. RE. Martadinata yang juga dihadang oleh antrian kendaraan. Saat melintasi sebuah pol bis, terang Nanda, dirinya pun menjadi kaget karena adanya genangan air yang juga cukup tinggi di sekitar Pom Bensin.

“Memang Kota Tasikmalaya tambah ramai dan makin maju, tapi sayangnya kok jalan-jalan utamanya digenangi air alias banjir. Mungkin yah sistem drainase harus lebih berfungsi agar banjir tidak selalu melanda saat hujan turun,” papar Nanda kepada nurulamin.pro saat ditemui di parkiran sebuah mall, Jum’at (02/01).

Darurat Hidrometeorologi Masih Berlaku

Perlu diketahui, saat ini posisi Kota Tasikmalaya masih dalam Darurat Hidrometeorologi yang akan berakhir hingga 30 Mei. Namun begitu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan berbagai peralatan dalam menghadapi musim hujan ini yang terus turun.

Menurut data BPBD, daerah-daerah yang rawan genangan air setiap musim hujan yakni daerah Tawang, Indihiang, Cipedes, Mangkubumi dan Cihideung. Masih menurut Data BPBD, genangan air itu lebih banyak diakibatkan oleh macetnya drainase, gorong-gorong tersumbat dan sampah yang menumpuk di mulut saluran air.

Wilayah Rawan Bencana Bertambah

Selain masih berlakunya Darurat Hidrometeorologi terkait lokasi bencana yang terus berkembang ke wilayah lain. Awalnya, daerah rawan bencana itu hanya tiga wilayah yakni Tamansari, Cibeureum dan Purbaratu. Tapi sekarang bertambah jadi 6 wilayah yakni Tawang, Cihideung dan Bungursari.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan