
Pemeriksaan Gedung di Kota Semarang Meningkat, Namun Masih Banyak yang Belum Memenuhi Standar
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 1.200 gedung. Meskipun jumlah ini melebihi target awal, hanya sedikit dari jumlah tersebut yang memenuhi standar alat proteksi kebakaran.
Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, menjelaskan bahwa sebagian besar gedung masih dalam proses pemenuhan standar keamanan. Namun, ia menilai kesadaran pemilik bangunan mulai meningkat, terlihat dari banyaknya pengajuan pemeriksaan dan kesediaan mengikuti rekomendasi teknis dari Damkar.
"Dari 1.200-an gedung yang kami cek di Kota Semarang, belum tembus 200 gedung yang sudah memenuhi alat proteksi," ujar Ade Bhakti pada Rabu (10/12/2025). Ia menambahkan bahwa setiap gedung yang telah diperiksa akan menerima surat rekomendasi dengan tenggat waktu satu tahun untuk melengkapi seluruh persyaratan. Setelah masa tersebut berakhir, Damkar akan melakukan pemeriksaan ulang dan mengeluarkan surat keterangan layak operasi apabila standar alat proteksi telah dipenuhi.
Capaian inspeksi tahun ini meningkat signifikan. Target awal pemeriksaan sebanyak 600 gedung per tahun telah terlampaui hanya dalam waktu enam bulan. Hingga Desember, jumlah inspeksi mencapai 1.200 gedung dan diperkirakan dapat menembus 1.300 gedung sebelum akhir tahun.
Penurunan Kasus Kebakaran dan Peningkatan Laporan Non-Kebakaran
Selain pemeriksaan rutin, Damkar Kota Semarang juga terus melakukan edukasi kebakaran kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan publik. Tercatat 380 kegiatan telah dilakukan tahun ini.
Data Damkar menunjukkan kejadian kebakaran menurun dari sekitar 450 kasus pada 2023 menjadi 340 kasus pada 2024, dan hingga pekan lalu pada 2025 tercatat 270 kasus. Meski kebakaran menurun, lanjut Ade, laporan non-kebakaran seperti evakuasi dan permintaan bantuan lainnya terus meningkat.
"Dengan edukasi termasuk penggunaan sosial media kami maksimalkan, Alhamdulillah di tahun ketiga ini hasilnya kelihatan signifikan. Meskipun kebalikannya, kejadian non-kebakarannya yang meningkat. Masyarakat semakin manja: di tahun 2023 itu 1.100 kejadian, 2024 sebanyak 1.300-an, dan (2025) ini sudah tembus 1.600 kejadian," bebernya.
Standar Proteksi Bangunan Berbeda-Beda
Terkait standar proteksi bangunan, Ade menyebutkan bahwa setiap gedung memiliki kebutuhan alat keamanan yang berbeda bergantung fungsi dan tingkat risikonya. Misalnya, gedung bertingkat seperti hotel wajib memiliki sprinkler dan hidran. Sementara ruko atau kantor kecil disesuaikan dengan jenis potensi kebakaran serta jenis APAR yang diperlukan.
Kenaikan Kesadaran Pemilik Gedung
Pemilik bangunan mulai menunjukkan peningkatan kesadaran dengan mengajukan pemeriksaan dan mengikuti rekomendasi Damkar. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan kebakaran semakin diambil serius oleh masyarakat.
Peran Damkar dalam Pengawasan dan Edukasi
Damkar Kota Semarang tidak hanya fokus pada pemeriksaan, tetapi juga terus berupaya memberikan edukasi tentang kebakaran. Dengan berbagai kegiatan sosialisasi, masyarakat diharapkan lebih waspada dan siap menghadapi ancaman kebakaran.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski ada peningkatan dalam pemeriksaan dan kesadaran masyarakat, masih banyak gedung yang belum memenuhi standar. Oleh karena itu, Damkar terus berupaya untuk memastikan semua bangunan di Kota Semarang aman dari risiko kebakaran.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar