
Kecelakaan Lalu Lintas di Nunukan Menewaskan Atlet Nasional
Pada malam hari tanggal 3 Januari 2026, terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa di Jalan Pangeran Antasari Baru, Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Peristiwa ini melibatkan mobil minibus Toyota Calya dengan nomor polisi DP 1770 CF dan sepeda motor Yamaha Mio M3 dengan nomor polisi KU 2601 NV.
Korban tewas dalam kecelakaan tersebut adalah Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin (22 tahun), seorang atlet nasional andalan Nunukan. Menurut informasi dari Kasat Lantas Polres Nunukan, AKP Adek Taufik, dalam peristiwa tersebut terdapat tiga korban. Satu di antaranya meninggal dunia, yaitu Aldi, sapaan akrab dari Philipus Rinaldi.
Menurut penjelasan Adek, mobil Toyota Calya warna abu-abu yang dikendarai oleh RD (32 tahun) bergerak kencang dari arah Jalan Ujang Dewa menuju Jalan Antasari. Setelah melewati Masjid Al Bilal, sepeda motor Yamaha Mio M3 warna putih yang dikendarai Dody Adithiya Irdani, warga Jalan Jamaker RT 005, Nunukan Barat, menyeberang dari arah kiri ke arah masjid.
"Kemungkinan pengemudi mobil tidak mampu menghindari sepeda motor, sehingga terjadilah tabrakan," ujar Adek. Akibatnya, kedua kendaraan mengalami kerusakan parah. Mobil bahkan terbalik dan rusak berat.
Dodi, pengendara motor, mengalami luka lecet di pelipis sebelah kanan, robek pada kepala bagian atas, luka di bagian muka sebelah kiri, serta luka pada lutut sebelah kiri. Sementara itu, Aldi meninggal di lokasi kejadian.
Polisi telah mengamankan pengemudi mobil, RD, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Video kecelakaan tersebut menyebar di media sosial di Nunukan, dan banyak warga memberikan ucapan bela sungkawa di grup media sosial.
Aldi dikenal sebagai salah satu atlet panjat tebing andalan Kabupaten Nunukan. Dalam wawancara yang dilakukan pada 2021, Aldi bergabung dengan FPTI Nunukan sejak 2011, atau sejak kelas IV SD. Saat itu, Provinsi Kalimantan Utara belum terbentuk secara resmi.
Medali pertama yang diraih Aldi adalah pada tahun 2011 di Kutai Timur, di mana dia menyabet dua medali perak. Di Kejurnas di Jakarta, Aldi kembali meraih satu medali perak. Saat itu, Aldi masih berusia 8 tahun.
Medali Emas Pertama
Pada tahun 2014, Aldi berhasil meraih medali emas pertamanya. Momen ini sangat berkesan karena merupakan pembentukan FPTI Kaltara yang pertama setelah lepas dari wilayah administrasi Kalimantan Timur.
"Saat itu usia saya 11 tahun dan ikut dalam kejuaraan panjat tebing kelas youth B umur 11 tahun," ujarnya saat itu.
Tahun 2021, Aldi mempersembahkan medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) Ke-XV yang dihelat di Aceh. Selain itu, dia juga mewakili Indonesia di ajang internasional, termasuk ASEAN University Games 2024.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar