Australia menyambut tahun baru di tengah duka Bondi

Australia menyambut tahun baru di tengah duka Bondi

Pergantian Tahun di Australia Diiringi Rasa Duka dan Kewaspadaan Tinggi

Pergantian tahun di Australia berlangsung dengan suasana yang penuh makna, di bawah bayang-bayang duka akibat penembakan massal yang terjadi di acara Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, pada pertengahan Desember lalu. Serangan tersebut menewaskan 15 orang dan meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat. Meskipun begitu, perayaan tahun baru tetap dilakukan dengan penuh harapan dan solidaritas.

Di sekitar Jembatan Pelabuhan Sydney, suasana malam pergantian tahun dipenuhi cahaya putih. Pilar-pilarnya menampilkan simbol menorah sebagai bentuk penghormatan kepada korban. Ribuan warga berkumpul di sekitar pelabuhan, mengheningkan cipta selama satu menit sambil menyalakan lampu ponsel mereka sebagai tanda solidaritas. Mereka juga menyaksikan cahaya berbentuk burung merpati putih serta tulisan peace dan unity yang menyinari langit pelabuhan.

Peringatan ini berlangsung di tengah penjagaan ketat dari aparat keamanan. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengatakan bahwa peningkatan pengamanan dilakukan demi keselamatan publik. Dalam pesan tahun barunya, ia juga menyebutkan tragedi Bondi yang mengguncang negara tersebut. “Apa yang ditunjukkan Bondi juga adalah sisi terbaik dari semangat Australia—keberanian dan belas kasih,” ujarnya.

Di Sydney, lebih dari 2.500 petugas kepolisian berseragam maupun berpakaian sipil diterjunkan. Beberapa dari mereka membawa senjata laras panjang, sebuah pemandangan yang tidak pernah terlihat dalam perayaan tahunan sebelumnya. Meski bernuansa duka, antusiasme warga tidak surut. Ribuan orang tetap memadati berbagai titik strategis di sekitar Pelabuhan Sydney. Diperkirakan sekitar 10 ribu orang berkumpul di Mrs Macquarie’s Chair untuk menyaksikan pesta kembang api ikonik kota tersebut.

Di Brisbane, hujan deras disertai petir tidak menghalangi jalannya perayaan. Sekitar 90 ribu orang tetap memadati area sepanjang Sungai Brisbane untuk menikmati pertunjukan kembang api dalam kondisi basah. Dua wisatawan asal Jerman, Finnmalte Oeltjem dan Lorenzo Eiv, mengatakan cuaca buruk tidak mengurangi pengalaman mereka. “Ini cukup spektakuler,” kata Oeltjem. “Tadi kami punya tempat bagus di rerumputan, sekarang sudah tergenang. Tapi kami selamat dari badai hujan ini, jadi saya rasa setelahnya akan baik-baik saja,” ucapnya.

Sementara itu di Canberra, badai petir sempat mengancam pembatalan pertunjukan kembang api. Namun, awan akhirnya menyingkir menjelang tengah malam, disambut sorak sorai sekitar 50.000 orang yang berkumpul di Danau Burley Griffin. Penyelenggara menyebut pertunjukan tersebut sebagai yang terbesar yang pernah digelar di ibu kota Australia.

Di berbagai kota lain, perayaan tahun baru juga berlangsung dengan pengamanan ketat, mencerminkan upaya Australia untuk tetap merayakan pergantian tahun sambil menghormati para korban dan menjaga rasa aman di tengah kekhawatiran yang masih membekas.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan