Awan Panas Merapi Meluncur 1 Kilometer ke Kali Krasak

Awan Panas Merapi Meluncur 1 Kilometer ke Kali Krasak

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi

Pada hari Sabtu (3/1/2026) pukul 07.58 WIB, Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran yang mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak. Awan panas tersebut meluncur sejauh ±1.000 meter. Status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III (Siaga), yang menunjukkan bahwa potensi bahaya masih ada.

Sehari sebelumnya, yaitu pada Jumat (2/1/2026), tercatat adanya empat kali awan panas guguran dengan amplitudo berkisar antara 11–34 mm dan durasi antara 89,12 hingga 136,87 detik. Semua awan panas tersebut meluncur ke arah barat daya, yakni Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.500 meter. Selain itu, terdapat 114 kejadian guguran lava dengan amplitudo 2–25 mm dan durasi 45,95–188,37 detik.

Selama periode pengamatan yang sama, tercatat juga 78 gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–26 mm dan durasi hingga 64,87 detik, serta satu gempa tektonik jauh. Secara visual, Gunung Merapi teramati jelas hingga tertutup kabut tipis, sementara asap kawah tidak teramati. Kondisi meteorologi selama periode pengamatan didominasi cuaca cerah hingga mendung dan hujan dengan curah hujan 2 milimeter per hari. Angin bertiup lemah hingga tenang ke arah timur dan barat, dengan suhu udara berkisar 16,6–24,58 derajat Celsius.

Potensi Bahaya yang Masih Ada

Badan Geologi menyatakan bahwa potensi bahaya Merapi saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas guguran pada sektor selatan hingga barat daya. Kawasan berbahaya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana, mewaspadai potensi awan panas guguran dan lahar terutama saat hujan, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Peninjauan Kembali Status Aktivitas Merapi

Badan Geologi juga menyatakan bahwa tingkat aktivitas Gunung Merapi akan ditinjau kembali apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Informasi Terkini tentang Gunung Merapi

Dalam keterangan resmi, Badan Geologi menyebutkan bahwa awan panas guguran terjadi pada pukul 07.58 WIB dengan arah luncuran ke barat daya atau hulu Kali Krasak. Estimasi jarak luncur adalah 1.000 meter dengan amplitudo maksimum 68 mm dan durasi 93,9 detik mengarah ke barat daya (Hulu Kali Krasak), dengan arah angin ke timur.

Kejadian ini melengkapi rangkaian aktivitas vulkanik Merapi sehari sebelumnya. Berdasarkan laporan MAGMA-VAR atau Volcanic Activity Report periode pengamatan Jumat (2/1/2026) pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat empat kali awan panas guguran. Awan panas tersebut memiliki amplitudo 11–34 mm dengan durasi antara 89,12 hingga 136,87 detik dan seluruhnya meluncur ke arah barat daya, yakni Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.500 meter.

Rekomendasi dari Badan Geologi

Badan Geologi memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi kawasan rawan bencana. Mereka juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran dan lahar terutama saat hujan serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. Dengan informasi terkini ini, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan