
jabar.aiotrade
KABUPATEN BANDUNG – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, diduga disebabkan oleh kondisi geologi dan kemiringan lereng yang curam. Faktor pemicunya adalah curah hujan yang tinggi dengan durasi cukup lama.
Menurutnya, kejadian tersebut terjadi akibat gerakan tanah di lereng Gunung Sinapeul, khususnya di Kampung Condong. Peta Geologi Lembar Garut dan Pamengpeuk, Jawa (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, 1992) menunjukkan bahwa batuan penyusun di lokasi bencana termasuk dalam satuan Andesit Waringin-Bedil, Malabar Tua (Qwb). Batuan ini terdiri dari perselingan lava, breksi, tuf, serta susunan andesit dan hornblenda.
"Daerah bencana berada di Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Artinya, pada zona ini bisa terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan," ujar Lana dalam pernyataannya.
Lana menambahkan bahwa Badan Geologi telah melakukan pemetaan di kawasan Kabupaten Bandung untuk mengetahui kecamatan-kecamatan yang memiliki potensi pergerakan tanah dalam kategori menengah dan tinggi. Berikut penjelasan tentang kategori-kategorinya:
Kategori Menengah
Daerah dengan potensi menengah untuk terjadinya gerakan tanah. Pada zona ini, gerakan tanah bisa terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan.
Kategori Tinggi
Kawasan dengan potensi tinggi untuk terjadinya gerakan tanah. Pada zona ini, gerakan tanah bisa terjadi jika curah hujan di atas normal. Selain itu, gerakan tanah lama bisa aktif kembali.
Berikut daftar wilayah di Kabupaten Bandung yang rawan bencana:
- Arjasari: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Baleendah: Menengah-Tinggi
- Banjaran: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Cangkuang: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Cicalengka: Menengah-Tinggi
- Cikancung: Menengah-Tinggi
- Cilengkrang: Menengah-Tinggi
- Cileunyi: Menengah-Tinggi
- Cimaung: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Cimenyan: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Ciparay: Menengah-Tinggi
- Ciwidey: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Ibun: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Kertasari: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Kutawaringin: Menengah-Tinggi
- Majalaya: Menengah, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Margaasih: Menengah-Tinggi
- Nagreg: Menengah-Tinggi
- Pace: Menengah-Tinggi
- Pameungpeuk: Menengah-Tinggi
- Pangalengan: Menengah-Tinggi
- Paseh: Menengah-Tinggi
- Pasirjambu: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Rancabali: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
- Soreang: Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan
Lana menyebutkan beberapa faktor penyebab longsor, seperti kemiringan lereng yang curam, kondisi tanah pelapukan yang gembur, mudah luluh terkena air, sistem drainase permukaan yang kurang baik, dan curah hujan tinggi dengan durasi cukup lama.
Untuk mencegah korban jiwa dan kerugian lebih besar, Badan Geologi merekomendasikan beberapa langkah penting:
- Masyarakat yang tinggal dekat lokasi bencana segera mengungsi ke area yang lebih aman karena masih ada risiko longsoran susulan.
- Penanganan longsoran harus memperhatikan cuaca dan lereng terjal, serta tidak dilakukan saat atau setelah hujan deras.
- Bangunan/rumah warga yang rusak akibat longsoran sebaiknya direlokasi ke area yang aman.
- Pembuatan sempadan, terasering, serta penanaman vegetasi berakar kuat dan dalam untuk menjaga kestabilan lereng.
- Pemasangan rambu-rambu dan jalur evakuasi di sekitar lokasi bencana dan daerah rawan.
- Patuhi anjuran petugas yang berwenang.
- Lakukan pemantauan rutin untuk mendeteksi potensi longsoran susulan.
- Tingkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai gejala-gejala gerakan tanah sebagai mitigasi bencana.
- Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan pemerintah daerah atau BPBD setempat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar