
Bandung Menghadapi Periode Rawan Bencana
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa kota yang dikenal dengan sebutan Kota Kembang ini saat ini memasuki periode rawan bencana. Berbagai jenis bencana seperti longsor, banjir, pohon tumbang, dan kebakaran mulai mengancam masyarakat.
Farhan menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa pekan terakhir telah meningkatkan risiko bencana, terutama di wilayah Bandung utara, barat, hingga timur. Ia menilai, potensi longsor menjadi ancaman yang paling mengkhawatirkan saat ini.
"Kami sudah melakukan peninjauan langsung, termasuk rumah-rumah dengan risiko tinggi," ujar Farhan pada Jumat (12/12/2025). Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap daerah-daerah yang berisiko tinggi untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.
Untuk itu, Farhan meminta agar jalur informasi diperkuat, mulai dari Polsek, Koramil, unsur kewilayahan, hingga relawan. Mereka diminta segera melapor jika ada permukiman yang berada di zona rawan.
"Kalau ada ancaman longsor, segera informasikan. Kita akan langsung mengistirahatkan warga. Tidak boleh ada kejadian fatal terulang," tambahnya.
Selain longsor, kasus rumah roboh juga meningkat signifikan. Hal ini terjadi baik di dekat sungai maupun di permukiman biasa. Banyak bangunan tua yang tidak lagi layak huni tetapi masih ditempati oleh warga dengan kondisi sosial ekonomi rentan.
Farhan juga menyoroti kejadian pohon tumbang yang sering terjadi. Pihaknya menginstruksikan jajaran kewilayahan untuk menandai pohon-pohon rawan tumbang, termasuk yang ditanam di pot beton.
"
Karena akar pohon yang terpapar membuat kekuatannya sangat rapuh. Saya sudah menyaksikan sendiri di Kiaracondong, pohon tumbang tiba-tiba saat hujan," ucap Farhan.
Selain longsor, Farhan juga mengingatkan tentang risiko kebakaran yang terjadi di permukiman padat. Kejadian ini meningkatkan risiko korban jiwa karena penghuninya cukup banyak.
"Banyak rumah dihuni delapan orang dalam satu bangunan. Kesiapsiagaan Polsek, Koramil, dan kewilayahan sangat penting," katanya.
Dengan situasi ini, Wali Kota Bandung meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam mengantisipasi dan mengurangi risiko bencana. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang cepat dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga. Selain itu, edukasi tentang cara menghadapi bencana juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih siap menghadapi ancaman yang mungkin terjadi.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan dapat mencegah terjadinya bencana yang lebih besar dan melindungi kehidupan masyarakat Bandung.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar