Bandung Dihiasi 4,5 Juta Wisatawan Saat Nataru, Hotel Ludes Terjual

Peningkatan Jumlah Wisatawan di Kota Bandung Selama Nataru

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) diperkirakan mencapai sekitar 4,5 juta orang. Hal ini menyebabkan peningkatan signifikan dalam tingkat hunian hotel di kota tersebut, bahkan beberapa penginapan mengalami kehabisan kamar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengakui bahwa pihaknya masih melakukan pendataan secara pasti terkait jumlah kunjungan wisatawan. Namun, berdasarkan beberapa indikator, dia memperkirakan adanya sekitar 4,5 juta wisatawan yang datang ke Kota Bandung selama momen Nataru.

"Data dari kepolisian terkait jumlah mobil yang masuk, serta data lainnya, menunjukkan prediksi sekitar 4,5 juta wisatawan. Perhitungan kami dilakukan sejak sebelum Natal, sehingga mencakup sekitar 10 hari," ujar Adi saat dihubungi pada Jumat, 2 Januari 2026.

Adi menjelaskan bahwa ada mekanisme penghitungan tertentu dalam mendata jumlah kunjungan wisatawan. Karena angka pasti untuk jumlah wisatawan selama Nataru maupun sepanjang tahun 2025 belum sepenuhnya terdata, maka target kunjungan wisatawan pada 2026 belum ditentukan.

"Namun, nanti jika data wisatawan untuk tahun 2025 sudah lengkap, termasuk asal wisatawan, tujuan mereka, dan daerah yang mengalami peningkatan, baru kami bisa memberikan perhitungan yang lebih akurat. Dari situ, kami akan menentukan proyeksi untuk tahun 2026," tambahnya.

Meskipun demikian, Adi memastikan bahwa jika jumlah 4,5 juta wisatawan yang diperkirakan sesuai dengan data Disbudpar, maka target kunjungan wisatawan sebesar 8,5 juta orang pada 2025 telah tercapai. Pasalnya, hingga September 2025, Disbudpar mencatat sudah ada 6,5 juta wisatawan yang datang ke Kota Bandung.

"Iya, target tersebut terpenuhi. Saya sudah pernah menyampaikan hal ini sebelumnya. Jika hingga triwulan ketiga sudah ada 6,5 juta wisatawan, maka prediksi saya, akhir tahun akan sangat ramai, bahkan melebihi target 8,5 juta wisatawan," katanya.

Menurut Adi, lonjakan wisatawan di Kota Bandung dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor keamanan di tengah cuaca ekstrem, serta kondisi ekonomi masyarakat yang sedang melemah. Akibatnya, banyak orang memilih Kota Bandung sebagai destinasi perayaan akhir tahun.

"Prediksi saya, karena beberapa tempat yang biasa dikunjungi di akhir tahun seperti Bali sempat ramai dengan bencana. Saya hanya berdasarkan perkiraan, tapi tampaknya ekonomi sedang melemah, sehingga banyak orang memilih Bandung karena lokasinya yang dekat," ujarnya.

Tingkat Hunian Hotel yang Meningkat

Lonjakan wisatawan di Kota Bandung juga terlihat dari peningkatan tingkat hunian hotel. Beberapa hotel di kawasan Asia-Afrika, Braga, dan wilayah lain yang dekat dengan titik keramaian mencatatkan okupansi mencapai 100%.

"Saya mendapatkan laporan bahwa beberapa hotel mencapai 100%, namun untuk hotel yang agak jauh, angkanya berada di kisaran 60-70%. Ada juga yang mencapai 80%, tetapi tidak full. Jadi, tidak merata, tetapi di pusat-pusat destinasi wisata, beberapa hotel benar-benar penuh," tambah Adi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan