
Banda Aceh – Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra diadakan di Banda Aceh sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak bencana, khususnya di Aceh. Pertemuan ini mengumpulkan berbagai pihak seperti kementerian/lembaga, BUMN, dan kepala daerah terdampak untuk membahas strategi pemulihan, termasuk perbaikan infrastruktur dan keberlanjutan layanan telekomunikasi. Telkomsel menyatakan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana di Aceh dengan menjaga ketersediaan jaringan dan konektivitas bagi masyarakat.
Rapat tersebut mencakup beberapa isu penting, seperti percepatan perbaikan infrastruktur, penanganan transportasi, penguatan anggaran, layanan sosial, serta pemulihan pasokan listrik dan jaringan komunikasi. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, memberikan laporan mengenai progres pemulihan jaringan dan dukungan Telkomsel setelah bencana di Aceh.
“Pemulihan jaringan Telkomsel di Aceh terus menunjukkan progres positif. Sebagian besar site telah kembali beroperasi, dan untuk site yang masih terdampak oleh keterbatasan listrik, kami memastikan layanan tetap berjalan melalui dukungan genset agar masyarakat tetap dapat terhubung,” ujar Nugroho.
Hingga saat ini, sekitar 94% dari total site Telkomsel di Aceh telah dipulihkan. Sementara itu, sekitar 5% site masih bergantung pada dukungan genset akibat keterbatasan sistem catu daya dan pasokan listrik di beberapa lokasi terdampak.
Selain fokus pada pemulihan jaringan, Telkomsel juga telah memberikan berbagai bentuk bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut mencakup logistik, perangkat komunikasi, pakaian layak pakai, program air bersih, penyediaan genset, serta dukungan lain sesuai kebutuhan di lapangan.
Telkomsel juga memastikan bahwa Hunian Sementara (Huntara) yang sedang dibangun di wilayah terdampak akan dilengkapi dengan akses internet WiFi gratis. Hal ini bertujuan untuk membantu aktivitas dan komunikasi masyarakat selama masa transisi.
“Kami tidak hanya fokus pada pemulihan jaringan, tetapi juga pada keberlanjutan layanan dan dukungan bagi masyarakat. Telkomsel akan terus menyediakan berbagai produk dan layanan, seperti paket komunikasi terjangkau, penyesuaian tagihan, serta dukungan lainnya hingga status kedaruratan bencana di Aceh resmi dicabut,” tambah Nugroho.
Dengan koordinasi intensif bersama pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas, mendukung pemulihan yang berkelanjutan, serta memastikan masyarakat Aceh dapat bangkit kembali dengan dukungan layanan telekomunikasi yang andal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar