Bangun Kertajati Aerospace Park, GMF Mulai Proyek Bandara


Kertajati Aerospace Park menjadi proyek strategis yang diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia. Proyek ini diluncurkan melalui groundbreaking yang menandai dimulainya pembangunan tahap pertama di Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Keterlibatan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF Aero Asia dan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan kawasan dirgantara terpadu.

Membangun Fondasi Baru untuk Ekosistem Aviasi Nasional

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menjelaskan bahwa momentum ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga langkah besar menuju kemandirian industri dirgantara Indonesia. Kertajati Aerospace Park akan menjadi pusat kemampuan MRO, manufaktur komponen, logistik, dan pengembangan SDM dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Pada tahap awal, fokus utama adalah pembangunan infrastruktur dasar kawasan secara paralel dengan konstruksi hanggar rotary wing. Pekerjaan ini mencakup pematangan lahan, penyediaan akses jalan internal, serta pembangunan jaringan utilitas seperti listrik, air, dan fiber optik. Semua ini dilakukan bersamaan dengan konstruksi hanggar rotary wing yang dirancang untuk menampung beberapa unit helikopter kelas menengah secara bersamaan.

Andi menambahkan bahwa hanggar ini diharapkan mulai beroperasi secara bertahap pada periode kuartal III hingga kuartal IV 2026. Setelah fase awal selesai, pengembangan akan dilanjutkan dengan pembangunan konektivitas sisi udara melalui pengembangan apron dan taxiway, serta pembangunan hanggar lanjutan untuk perawatan pesawat fixed wing, fasilitas MRO untuk engine dan component, serta manufacture spare part.

Investasi dan Perkembangan Jangka Panjang

Nilai investasi pembangunan tahap pertama, khususnya untuk hanggar dan fasilitas awal, berada di kisaran 5 juta dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini akan terus berkembang seiring perluasan kawasan pada fase-fase berikutnya.

Andi menegaskan bahwa dengan dukungan penuh pemerintah dan kerja sama erat dengan BIJB, Kertajati akan berkembang menjadi pusat gravitasi baru industri aviasi Indonesia. Proyek ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas, baik nasional maupun regional.

Strategi Pengembangan oleh BIJB

Plt Direktur BIJB, Ronald H. Sinaga, menilai pembangunan tahap awal sebagai momentum strategis bagi pengembangan Kertajati sebagai aerocity dan simpul pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Dengan hadirnya GMF sebagai mitra strategis, ia semakin optimistis bahwa Kertajati akan berkembang menjadi pusat aktivitas penerbangan yang terintegrasi.

Ronald menjelaskan bahwa pengembangan jangka panjang meliputi rencana kawasan industri dirgantara yang lebih luas, termasuk fasilitas manufaktur, pusat logistik, fasilitas pelatihan, serta area pendukung lainnya. Namun, semua elemen tersebut akan berkembang secara bertahap setelah infrastruktur dasar dan hanggar utama beroperasi.

Konsep Green, Smart, dan Sustainable Development

Dalam jangka panjang, pihaknya berharap kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat, mendorong partisipasi UMKM sekitar, serta membuka peluang kerja dan investasi di sektor aviasi yang terus bertumbuh. Dengan konsep green, smart, and sustainable industrial development, kawasan ini akan mengedepankan efisiensi energi, pengelolaan limbah sesuai standar global, serta digitalisasi operasional melalui pemanfaatan IoT dan sistem monitoring terpadu.

Selain itu, kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu katrol utama bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Kertajati akan memperkuat posisi sebagai simpul logistik dan pusat industri berteknologi tinggi di Indonesia, sekaligus memberikan lompatan strategis bagi kemandirian industri aviasi nasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan