Bangunan Alun-Alun Merdeka Kota Malang Jadi Pilihan Wisata Tahun Baru

Bangunan Alun-Alun Merdeka Kota Malang Jadi Pilihan Wisata Tahun Baru

Penutupan Sementara Alun-alun Merdeka Kota Malang Tidak Menghentikan Aktivitas Walking Tour

Penutupan sementara Alun-alun Merdeka Kota Malang tidak menghentikan aktivitas walking tour yang selama ini menjadi andalan para pramuwisata dalam mengenalkan sejarah Kota Malang kepada wisatawan. Meski kawasan tersebut tidak dapat dimasuki, rute tur tetap bisa berjalan dengan pilihan alternatif lain.

Humas Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Malang, Betharias Lotianingsun, menjelaskan bahwa alun-alun memang menjadi pusatnya, tetapi pemandu wisata selalu memiliki rencana cadangan. Walking tour tetap bisa berjalan. Alun-alun memang pusatnya, tapi kami selalu punya pilihan lain, ujarnya.

Alun-Alun Merdeka telah menjadi titik sentral kota sejak era kolonial. Kawasan ini dikelilingi oleh pusat pemerintahan, gereja, bangunan heritage, hingga hotel bersejarah seperti Hotel Pelangi. Oleh karena itu, bangunan-bangunan tersebut bisa menjadi rujukan tujuan wisata saat alun-alun ditutup sementara.

Betharias menegaskan bahwa penutupan alun-alun tidak menghalangi para pemandu wisata untuk tetap mengajak pengunjung mengelilingi kawasan tersebut. Kami tetap bisa memutar alun-alun tanpa masuk. Selalu ada cerita yang bisa dibagikan, tambahnya.

Bagi wisatawan mancanegara, Alun-Alun Merdeka menjadi bagian penting dari tur karena menjelaskan konsep catur tunggal: sebuah sistem penataan ruang kota kolonial yang mengelompokkan empat pusat aktivitas, yaitu pemerintahan, tempat ibadah, ruang publik, dan pasar dalam satu kawasan. Kalau ada wisatawan asing, pasti saya bawa ke alun-alun. Itu spot yang pas untuk menjelaskan sejarah Kota Malang. Kalau wisatawan lokal, jarang, ujarnya.

Dalam proses revitalisasi atau perbaikan kawasan, Betharias berharap Pemerintah Kota Malang tetap mempertahankan keaslian bangunan-bangunan bersejarah di sekitar alun-alun. Yang paling besar harapan kami, jangan sampai mengubah keaslian bangunan. Jangan sampai sejarahnya hilang. Revitalisasi oke, tapi jangan menghilangkan nilai historisnya, tegasnya.

Ia menambahkan bahwa bangunan heritage di sekitar kawasan tersebut bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga bagian penting dari identitas Kota Malang. Menjelang akhir tahun, aktivitas pramuwisata HPI Kota Malang tetap beraktivitas sesuai permintaan wisatawan. Beberapa wisatawan memilih tur keliling kota, sementara sebagian lainnya merayakan Tahun Baru di hotel-hotel sekitar kawasan alun-alun.

Kalau akhir tahun biasanya kami jalan-jalan. Kalau tidak ada tamu ya di rumah saja. Banyak juga yang pesan untuk tur atau merayakan tahun baru dekat alun-alun, kata Betharias.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Raymond, menyebut bahwa pengerjaan Alun-alun masih berlangsung hingga akhir Januari 2026. Kemungkinan besar Alun-alun masih tertutup saat perayaan pergantian tahun baru. Minggu ketiga Januari 2026 itu penyelesaian, ujar Raymond.

Dalam waktu dekat ini, pekerja akan menyelesaikan taman bermain anak yang alatnya didatangkan langsung dari Malaysia. Jika pemasangan alat taman bermain anak selesai, maka capaian persentase proyek revitalisasi bisa mencapai 50 persen. Playground dari Malaysia sudah datang, kalau Playground sudah terpasang persentase bisa 50 persen lebih, kata Raymond.

Setelah memasang fasilitas taman bermain, berikutnya adalah pemasangan fasilitas air mancur. Dalam pengerjaan proyek itu, nantinya tidak akan terlihat lagi kolam air, yang ada adalah lobang air mancur. Air akan ditembakan ke atas dari lobang yang terpasang lantai. Seperti fasilitas di Alun-alun Kota Batu. Taman ini diklaim ramah untuk bermain anak-anak.

Di Alun-alun Merdeka juga akan dipasang Videotron. Fasilitas ini sebelumnya tidak ada. Videotron akan menampilkan informasi kebijakan pemerintah maupun iklan komersial berbayar. Air mancurnya akan muncul dari lantai sehingga anak-anak bisa bermain air mancur. Nanti juga ada videotron, tambahnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan