Banjir Asia Tewaskan 1.150 Jiwa, Indonesia Paling Parah, Ilmuwan: Peringatan Siklon Sudah Lama Ada

Bencana Banjir Bandang Melanda Beberapa Wilayah di Asia Tenggara

Pada akhir November 2025, banjir bandang menerjang beberapa wilayah di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Sri Lanka. Di Indonesia, bencana ini terjadi di beberapa daerah seperti Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dampak dari banjir tersebut sangat parah, dengan lebih dari 1.150 orang kehilangan nyawa. Banyak bangunan tertimbun material banjir dan longsoran tanah, sementara jalan utama dan pasokan listrik terputus akibat bencana alam ini.

Penyebab Banjir Bandang yang Terjadi

Wilayah Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Sri Lanka sedang memasuki musim hujan. Namun, musim hujan tahun ini diperparah oleh dua siklon tropis, yaitu Siklon Tropis Ditwah di barat Teluk Benggala dan Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka. Siklon Ditwah pertama kali terbentuk sebagai depresi dalam di Teluk Benggala sebelum menjadi siklon tropis. Badai ini mencapai daratan Sri Lanka pada Jumat (28/11/2025) hingga memicu banjir besar dan longsor.

Sementara itu, Siklon Tropis Senyar terbentuk di Selat Malaka yang berada antara Semenanjung Malaya dan Pulau Sumatera. Awalnya, Senyar terbentuk dari bibit siklon tropis dan semakin membesar hingga menjadi siklon tropis. Badai ini sempat mencapai daratan utara Sumatera sebelum kembali ke Selat Malaka. Senyar membawa curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang perairan besar di beberapa wilayah.

Mengapa Banyak Korban Jiwa?

Menurut ilmuwan iklim dari Indian Institute of Tropical Meteorology, Roxy Mathew Koll, peringatan badai siklon telah disampaikan ke negara-negara yang terkena dampak jauh sebelum Badai Siklon Senyar dan Ditwah mencapai daratan. Dia menyebut bahwa sudah ada peringatan hujan deras setelah satelit berhasil melacak kedua badai tersebut. Meski kedua siklon tersebut bukanlah badai terkuat dalam beberapa dekade terakhir, dengan kecepatan angin relatif lebih rendah, yaitu 60-80 km/jam (37-50 mph), mereka tetap membawa jumlah air dan kelembapan yang luar biasa.

Koll menilai bahwa kedua siklon melanda daerah-daerah dengan medan yang curam dan saluran air terganggu. Selain itu, dia menyebut bahwa daerah-daerah tersebut memiliki kapasitas peringatan hingga evakuasi terbatas serta infrastruktur yang rapuh. “Meskipun peringatan siklon akurat, otoritas gagal mengubah peringatan meteorologi menjadi keamanan di lapangan,” kata Koll.

Peringatan BMKG terhadap Siklon Tropis Senyar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Indonesia sendiri telah memperingatkan pemerintah daerah mengenai Siklon Tropis Senyar. Peringatan itu disampaikan delapan hari sebelum siklon tersebut mendarat di utara Sumatera. BMKG kemudian mengulangi peringatan lagi empat dan dua hari sebelum Senyar mencapai daratan.

Jumlah Korban Banjir Bandang di Indonesia

Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Sumatera terkini dilaporkan sebanyak 604 orang. Selain banjir bandang, beberapa daerah juga mengalami tanah longsor. Hal itu diungkapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB.

"Sumatera Utara 283 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa, dan Aceh 156 jiwa," bunyi keterangan BNPB. Adapun rincian jumlah korban di Aceh, sebanyak 156 orang meninggal dunia, 181 orang hilang, dan 1.800 orang luka. Sedangkan di Sumatera Utara, korban meninggal mencapai 283 orang, korban hilang 114 orang, dan 613 orang terluka. Sementara itu di Sumatera Barat, korban meninggal sebanyak 165 orang, korban hilang 114 orang, dan 112 orang luka-luka.

Selain itu, dilaporkan setidaknya ada 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan. "Jembatan rusak 271 unit hingga 282 fasilitas pendidikan rusak," jelas BNPB.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan