Banjir bandang lumpuhkan akses Bukittinggi-Lubuk Basung di malam tahun baru


PADANG, nurulamin.pro
- Banjir bandang kembali melanda Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada dini hari hari Kamis (1/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan kantor bank BUMN dan Pasar Maninjau sekitar pukul 01.45 WIB.
"Benar terjadi galodo atau banjir bandang akibat tingginya curah hujan," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, yang dihubungi oleh media ini.
Abdul menjelaskan bahwa sebelum banjir bandang terjadi, warga sempat mendengar suara gemuruh air dan bebatuan yang saling beradu.
"Beberapa rumah mengalami dampak dari banjir tersebut, dan saat ini sedang dilakukan pendataan lebih lanjut," tambahnya.

Putus Akses Lubuk Basung-Bukittinggi
Menurut informasi yang diperoleh, banjir bandang juga menyebabkan akses lalu lintas antara Lubuk Basung dan Bukittinggi melalui Kelok 44 terputus.
Pemutusan akses ini memengaruhi perjalanan kendaraan yang biasanya melewati jalur tersebut.
Sebelumnya, banjir bandang juga terjadi di wilayah Maninjau pada Minggu (28/12/2025) lalu.
Saat itu, banjir bandang juga menutup akses jalan antara Bukittinggi dan Lubuk Basung.

Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan
BPBD Agam terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi kerusakan yang terjadi.
Selain itu, tim evakuasi dan bantuan darurat juga telah dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari daerah rawan banjir, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini.

Dampak yang Dirasakan
Banjir bandang tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Banyak warga yang mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari karena akses transportasi terganggu.
Selain itu, beberapa bangunan dan properti juga mengalami kerusakan, termasuk pasar tradisional yang menjadi pusat perdagangan masyarakat setempat.

Pencegahan dan Mitigasi Bencana
Dalam upaya pencegahan bencana, pemerintah setempat bersama dengan lembaga terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Beberapa langkah mitigasi seperti penguatan tanggul, pengelolaan limbah, dan peningkatan sistem peringatan dini juga dilakukan.
Selain itu, sosialisasi tentang cara menghadapi bencana alam seperti banjir bandang juga rutin digelar agar masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat.

Kesimpulan
Banjir bandang yang terjadi di Nagari Maninjau merupakan peringatan penting bagi masyarakat dan pemerintah setempat.
Perlu adanya kolaborasi yang lebih baik dalam menghadapi ancaman bencana alam, terutama di daerah yang rentan terkena dampak cuaca ekstrem.
Dengan persiapan yang matang dan kesadaran masyarakat yang tinggi, risiko bencana dapat diminimalkan, serta kehidupan masyarakat dapat kembali stabil.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan