Banjir Bandang Maninjau Sumbar, Warga Panik Lari Keluar Bangunan

Peristiwa Banjir Bandang di Maninjau

Pada dini hari hari Kamis (1/1/2026), kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat kembali terkena dampak banjir bandang. Kejadian ini dimulai sekitar pukul 01.45 WIB ketika warga bersama BPBD mendengar suara gemuruh dari arah hulu sungai.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa ia berada di lokasi saat kejadian terjadi. Menurutnya, suara gemuruh terdengar berkali-kali sebelum akhirnya disusul aliran banjir bandang yang membawa material batu dari hulu.

Warga langsung berhamburan keluar bangunan untuk menyelamatkan diri. Abdul menjelaskan bahwa warga Nagari Maninjau termasuk dirinya sendiri langsung berlarian keluar bangunan. Ia menambahkan bahwa gemuruh pertama sempat tertahan sebelum material besar mulai bergerak.

Saat ini, BPBD masih melakukan peninjauan di lapangan serta pendataan dampak kerusakan. Abdul menyatakan bahwa data belum dapat diberikan karena masih dalam tahap pendataan. Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa. Seluruh warga telah dievakuasi ke tempat aman.

Galodo Berulang di Maninjau

Sebelumnya, kawasan Maninjau juga dilanda galodo (banjir bandang) secara berulang sepanjang November hingga Desember 2025. Bencana terbesar terjadi pada hari Kamis (25/12/2025) siang di Jorong Pasa Maninjau, yang membawa material batu dan kayu dalam jumlah besar hingga merusak rumah warga serta menutup akses jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menjelaskan bahwa galodo terjadi secara berulang sejak akhir November 2025. Menurutnya, kejadian galodo ini sudah terjadi tiga kali sejak bulan lalu. Ia menilai kejadian terakhir adalah yang paling parah karena banyak membawa material.

Imbauan Waspada

Sebanyak 60 KK kembali harus mengungsi demi keselamatan. Namun, akses jalan kini kembali terbuka setelah pembersihan material. Rahmat mengingatkan warga di bantaran sungai untuk tetap siaga.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, khususnya yang bermukim di tepi sungai karena masih rawan terjadi galodo susulan," ujarnya.

Tindakan dan Persiapan

BPBD Agam terus memantau situasi di lapangan. Mereka juga melakukan evaluasi terhadap kondisi wilayah yang rentan terhadap banjir bandang. Dengan adanya peristiwa ini, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan bencana alam yang bisa terjadi kembali.

Selain itu, pihak berwenang juga sedang menyiapkan langkah-langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah terulangnya bencana serupa. Hal ini termasuk pengembangan sistem peringatan dini dan penguatan infrastruktur di daerah-daerah rawan banjir.

Kesimpulan

Banjir bandang yang terjadi di Maninjau merupakan sebuah peringatan bagi masyarakat dan pemerintah setempat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan adanya peristiwa ini, penting untuk dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem pengelolaan risiko bencana di wilayah tersebut. Dengan persiapan yang baik, diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak bencana yang bisa terjadi di masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan