Banjir Bengawan Jero Genangi 5 Kecamatan, 576 Rumah Terkena Dampak

Banjir di Lamongan Menggenangi Lima Kecamatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan melaporkan bahwa lima kecamatan terdampak banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero. Hal ini terjadi setelah intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Ery S Rosidi, menyebutkan bahwa hingga 29 Desember 2025, banjir telah melanda Kecamatan Deket, Turi, Karangbinangun, Kalitengah, dan Glagah. Dari lima kecamatan tersebut, sebanyak 25 desa terdampak dengan kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Kalitengah, khususnya di Desa Bojoasri, Pucangro, dan Jelakcatur, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Banjir ini menggenangi berbagai infrastruktur dan fasilitas umum. BPBD mencatat bahwa sebanyak 576 rumah warga terendam air, 1.832 hektare sawah dan tambak, 11 lembaga pendidikan, 14 tempat ibadah, dua puskesmas atau pustu, serta empat balai desa terkena dampak banjir.

Untuk penanganan darurat, BPBD Lamongan melakukan pemantauan berkala, kaji cepat, serta koordinasi lintas instansi. Beberapa instansi yang terlibat antara lain PU Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, hingga Dinas Sosial. Selain itu, BPBD juga telah mengirim logistik serta melakukan verifikasi data warga terdampak sebagai dasar penyaluran bantuan yang saat ini masih dalam proses.

Pengalaman Warga Terdampak

Sementara itu, warga Desa Bojoasri, Syam’un, mengungkapkan bahwa banjir telah terjadi selama hampir satu bulan dan semakin parah dalam dua pekan terakhir. Ia menjelaskan bahwa ketinggian air rata-rata mencapai 60 sentimeter hingga satu meter. Akibatnya, jalan desa Bojoasri–Gambuhan lumpuh dan hampir seluruh tambak terendam.

Syam’un berharap pemerintah segera melakukan penataan sistem irigasi, perbaikan tanggul, peninggian jalan poros, serta pembersihan enceng gondok. Ia juga menyarankan agar pengawasan pompa air di Sluis Kuro, Kecamatan Glagah, ditingkatkan agar dapat menurunkan ketinggian air.

Upaya Penanggulangan Bencana

BPBD Lamongan terus memantau situasi banjir dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menangani dampak banjir. Salah satu langkah penting adalah koordinasi dengan instansi terkait seperti PU Sumber Daya Air dan BBWS Bengawan Solo. Dengan kolaborasi ini, diharapkan bisa dilakukan tindakan efektif untuk mencegah banjir lebih lanjut dan membantu warga terdampak.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh BPBD meliputi:

  • Pemantauan berkala terhadap daerah rawan banjir
  • Kaji cepat untuk mengevaluasi kerusakan dan kebutuhan warga
  • Koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan darurat
  • Pengiriman logistik dan bantuan kepada warga terdampak
  • Verifikasi data warga terdampak sebagai dasar penyaluran bantuan

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan banjir tidak lagi menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat Lamongan. Namun, perlu adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program penanggulangan bencana.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan