Banjir Genangi Perum Tiara Mantang, Warga Terjebak Air Selutut

Banjir Genangi Perum Tiara Mantang, Warga Terjebak Air Selutut

Banjir di Perum Tiara Mantang, Warga Batam Kembali Mengalami Kesulitan

Batam Hujan deras yang mengguyai beberapa wilayah di Kota Batam menyebabkan debit air meningkat secara signifikan. Genangan air terlihat cukup dalam, bahkan mencapai lutut orang dewasa di kawasan Perum Tiara Mantang, Sagulung Kota, Sagulung, Kota Batam, pada Jumat (12/12/2025) siang.

Dari informasi yang dikumpulkan, genangan air berasal dari luapan parit yang berada tidak jauh dari perumahan. Parit dengan lebar sekitar lima meter menjadi jalur utama aliran air menuju parit besar di dalam kompleks perumahan. Derasnya hujan membuat air cepat meluap dan menimbulkan banjir.

Warga setempat mengatakan bahwa hujan deras selama 30 menit saja sudah cukup untuk membuat air naik hingga selutut. Dari video yang diterima, saat banjir memuncak, jembatan kecil yang melintasi parit juga ikut tenggelam. Hanya rangka besinya yang masih terlihat sebagai tanda pengingat bagi pengendara maupun warga yang ingin melintas.

Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu. Beberapa warga tampak sibuk menyelamatkan barang dagangan mereka agar tidak terbawa arus air. Hal ini wajar mengingat kawasan tersebut sering menjadi lokasi pasar kaget dan ramai dengan aktivitas jual beli.

Hujan yang terjadi di Sagulung dan Batuaji sejak pukul 13.00 WIB membuat debit air terus meningkat. Lisa, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa banjir di kawasan Mantang mulai naik sejak setengah dua hari itu. Saat ini, air masih mencapai lutut, meski sebelumnya mencapai pangkal paha orang dewasa.

Lisa menambahkan bahwa banjir ini bukanlah kejadian pertama, tetapi telah terjadi selama bertahun-tahun. Ia menjelaskan bahwa hujan deras hanya dalam waktu 30 menit bisa langsung menyebabkan banjir. Warga pun harus segera menyelamatkan barang dagangan mereka.

Hingga saat ini, air mulai surut dan hujan telah reda, meski awan masih gelap. Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam menyebutkan bahwa potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi hingga pukul 18.30 WIB.

Penyebab dan Dampak Banjir di Wilayah Sagulung

Beberapa faktor yang berkontribusi pada terjadinya banjir di kawasan Sagulung antara lain:

  • Luapan parit yang tidak mampu menampung volume air akibat curah hujan tinggi.
  • Tidak adanya saluran drainase yang memadai untuk mengalirkan air ke tempat yang lebih aman.
  • Pembangunan infrastruktur yang kurang memadai di sekitar perumahan, sehingga memperparah kondisi banjir.

Dampak dari banjir ini sangat terasa oleh warga setempat, seperti:

  • Gangguan terhadap aktivitas jual beli, terutama di lokasi pasar kaget yang biasanya ramai.
  • Kerugian ekonomi karena banyak barang dagangan yang terancam hanyut.
  • Kesulitan dalam mobilitas warga, terutama ketika jembatan kecil terendam air.

Upaya Penanggulangan dan Harapan Masa Depan

Meski banjir telah reda, warga masih waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang bisa terjadi kembali. Mereka berharap pemerintah setempat dapat segera melakukan penanganan lebih lanjut, seperti:

  • Pembenahan saluran drainase yang rusak atau tidak memadai.
  • Pembangunan tanggul atau saluran tambahan untuk mengurangi risiko banjir.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan saluran air.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan banjir yang sering terjadi di kawasan Sagulung dapat diminimalkan, sehingga kehidupan warga menjadi lebih nyaman dan aman.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan