Banjir Hancurkan 40 Rumah di Batu Timbau Ulu Kutim, Warga Pilih Bertahan

Banjir Hancurkan 40 Rumah di Batu Timbau Ulu Kutim, Warga Pilih Bertahan

Banjir di Batu Timbau Ulu, Warga Siaga dengan Ketinggian Air 50 Sentimeter

Banjir yang terjadi di Desa Batu Timbau Ulu, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, debit Sungai Merban meningkat dan meluap, sehingga mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam air.

Menurut laporan terbaru, sedikitnya 40 rumah warga terdampak banjir. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter, terutama di wilayah RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04. Meski kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan, masyarakat masih memilih untuk bertahan di rumah masing-masing karena dianggap aman dan belum memerlukan evakuasi.

Penanganan Darurat oleh Pihak Berwenang

Kapolsek Muara Bengkal, AKP Rahmat Hartoyo, mewakili Polres Kutai Timur, turun langsung melakukan peninjauan dan monitoring di lokasi bencana. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan penanganan darurat serta memantau kondisi warga secara langsung.

Rahmat menjelaskan bahwa penyebab utama banjir adalah intensitas hujan tinggi yang terus-menerus. Selain itu, minimnya sistem drainase di wilayah permukiman juga menjadi faktor pemicu luapan air sungai. Hal ini menyebabkan air menggenangi rumah-rumah warga.

Petugas di lapangan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Batu Timbau Ulu. Jika debit air meningkat, posko bencana dan lokasi pengungsian akan segera disiapkan untuk menjamin keselamatan masyarakat.

Kondisi Terparah di Batu Timbau Ulu

Selain Desa Batu Timbau Ulu, terdapat dua desa lainnya di Kecamatan Batu Ampar yang terdampak banjir, yaitu Desa Batu Timbau dan Batu Timbau Ulu. Namun, kondisi terparah justru terjadi di Desa Batu Timbau Ulu.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan agar seluruh jajaran Poskem dan pihak terkait tetap siaga. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Selain itu, petugas juga terus memantau perkembangan debit air dan memastikan warga mendapatkan bantuan serta perlindungan yang diperlukan.

Imbauan kepada Masyarakat

Sementara itu, Kapolres juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Salah satu ancaman yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan munculnya hewan buas ke pemukiman akibat luapan air sungai. Masyarakat diminta untuk tidak lengah dan segera melaporkan kondisi jika ada hal yang mencurigakan.


Dalam situasi seperti ini, kerja sama antara aparat pemerintah dan masyarakat sangat penting. Dengan adanya koordinasi yang baik, harapan besar dapat tercapai dalam menghadapi bencana alam seperti banjir.


Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mematuhi arahan dari pihak berwenang. Dengan demikian, risiko terhadap keselamatan dan kesejahteraan bisa diminimalisir.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan