
Banjir Genangi Kawasan Masjid Banten Lama, Kota Serang
Banjir yang terjadi di kawasan Masjid Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, Banten, mengakibatkan air menggenangi pelataran hingga kompleks pemakaman yang berada dalam lingkungan masjid. Masjid ini dibangun pada tahun 1556 pada masa Sultan Maulana Hasanudin dan menjadi salah satu situs sejarah penting di wilayah tersebut.
Pantauan dilakukan oleh tim media pada pukul 22.30 WIB menunjukkan bahwa banjir masih menggenangi area pemakaman. Terlihat sejumlah petugas bahu-membahu mengalirkan air ke area pembuangan untuk mengurangi genangan.
Meskipun kondisi banjir, para peziarah tetap khusyuk memanjatkan doa. Salah satu sumber menyebutkan bahwa genangan air mencapai ketinggian sekitar setinggi mata kaki orang dewasa. Pada awalnya, ketinggian air sempat mencapai 10-15 sentimeter.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi sejak siang hari. Hal ini diperparah dengan tidak berfungsinya saluran drainase pembuangan air. Meskipun demikian, air tidak sampai masuk ke area utama atau dalam masjid.
Area pemakaman yang sering dikunjungi masyarakat untuk berziarah menjadi yang paling terdampak. Petugas telah mengerahkan alat penyedot air dan dibantu oleh petugas lainnya untuk membuang air dari dalam area pemakaman, sehingga peziarah tidak terganggu.
"Semuanya petugas sudah dikerahkan," ujar Diat Hermawan.
Selain Banten Lama, banjir juga terjadi di sejumlah titik lainnya, seperti di Kroya Lama RT/RW 006/002 Kelurahan Kasunyatan, Perum Puri Keraton Kelurahan Kasunyatan. Selanjutnya, di Lingkungan Masjid Agung Banten Kelurahan Banten, Lingkungan Baru Bugis Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen.
Penyebab Banjir dan Upaya Penanggulangan
Curah hujan tinggi yang terjadi sejak pagi hari menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir. Kondisi ini diperparah oleh adanya gangguan pada sistem drainase yang seharusnya membantu mengalirkan air ke tempat pembuangan. Akibatnya, air tidak bisa segera terbuang dan menyebabkan genangan di beberapa titik.
Petugas BPBD bersama dengan warga setempat melakukan upaya penanggulangan dengan mengerahkan alat penyedot air dan membersihkan saluran drainase yang tersumbat. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko banjir lebih lanjut dan memastikan kegiatan ibadah serta ziarah tetap berjalan lancar.
Diat Hermawan menegaskan bahwa seluruh petugas telah dikerahkan untuk menangani situasi ini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari daerah yang tergenang air, terutama saat malam hari.
Dampak Banjir pada Wilayah Sekitar
Selain Masjid Banten Lama, banjir juga melanda beberapa wilayah lain di Kota Serang. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain:
- Kroya Lama RT/RW 006/002 Kelurahan Kasunyatan – Area ini mengalami genangan air yang cukup tinggi.
- Perum Puri Keraton Kelurahan Kasunyatan – Beberapa rumah di perumahan ini terkena dampak banjir.
- Lingkungan Masjid Agung Banten Kelurahan Banten – Daerah sekitar masjid juga tergenang.
- Lingkungan Baru Bugis Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen – Wilayah ini juga mengalami banjir.
Dampak banjir ini menyebabkan gangguan pada aktivitas masyarakat, termasuk transportasi dan kegiatan ekonomi. Namun, hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan parah akibat banjir.
Kesimpulan
Banjir yang terjadi di kawasan Masjid Banten Lama dan sejumlah wilayah lain di Kota Serang menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. Curah hujan tinggi serta gangguan pada sistem drainase menjadi penyebab utama. Meski begitu, upaya penanggulangan telah dilakukan oleh petugas BPBD dan warga setempat untuk meminimalkan dampak banjir.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, harapan besar dapat diwujudkan agar situasi banjir dapat segera teratasi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar