Banjir Mentawai Mengancam, Ratusan Warga Mengungsi, Kebutuhan Sembako Mendesak

Banjir Mentawai Mengancam, Ratusan Warga Mengungsi, Kebutuhan Sembako Mendesak

Banjir di Mentawai Mengancam Kehidupan Warga Mongan Poula

Banjir yang terjadi selama tiga hari berturut-turut di Desa Mongan Poula, Pulau Siberut Utara, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, telah memaksa ratusan warga untuk meninggalkan rumah mereka. Peristiwa ini terjadi sejak Rabu (10/12/2025) hingga Jumat (12/12/2025), dengan air menggenangi permukiman dan menyebabkan aktivitas warga terhenti total.

Ratusan Rumah Terendam Banjir

Menurut informasi dari Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Mentawai, Amir Ahmari, sebanyak 206 rumah di Desa Mongan Poula terendam banjir. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Dikatakan oleh Amir, banjir mencapai ketinggian sekitar 200 sentimeter di tiga dusun yang terdampak, yaitu Dusun Selatan, Barat, dan Timur.

Warga yang tinggal di daerah tersebut kini harus mencari tempat aman untuk mengungsi. Menurut laporan, keadaan semakin memprihatinkan karena stok makanan mulai menipis. Salah satu warga, Rino, menyampaikan bahwa masyarakat sangat membutuhkan bantuan logistik seperti beras dan makanan lainnya.

"Kami saat ini butuh sembako, karena masyarakat tidak bisa beraktivitas," ujar Rino saat dikonfirmasi pada Jumat sore.

Kebutuhan Bantuan Darurat

Rino juga menjelaskan bahwa kebutuhan mendesak bagi para pengungsi adalah beras dan makanan lainnya. Ia berharap pemerintah dapat segera menyalurkan bantuan ke wilayah yang terdampak banjir. "Semoga bantuan bisa datang, karena masyarakat tidak melakukan aktivitas selama tiga hari," tambahnya.

Selain itu, hujan masih terus mengguyur daerah tersebut, sehingga banjir belum kunjung surut. Kondisi ini membuat warga semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Tiga Dusun Terdampak Banjir

Dalam laporan yang diberikan oleh Sekretaris Desa Mongan Poula, Rino, banjir telah merendam tiga dusun di desa tersebut. Menurutnya, banjir sudah berlangsung selama tiga hari sejak Rabu lalu dan hingga saat ini, kondisi banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut. Hujan yang terus-menerus juga menjadi faktor penyebab banjir yang belum kunjung reda.

Kondisi Terkini

Saat ini, warga yang terdampak banjir masih berada di tempat aman sambil menunggu bantuan dari pihak berwenang. Meskipun banjir belum surut, warga tetap berusaha menjaga ketenangan dan saling membantu dalam situasi sulit ini. Namun, tanpa bantuan yang cukup, kehidupan sehari-hari akan terus terganggu.

Upaya Pemerintah

Pemerintah setempat dan lembaga terkait sedang berupaya keras untuk menyalurkan bantuan ke daerah yang terkena dampak banjir. Namun, karena akses jalan yang terbatas dan cuaca yang tidak menentu, distribusi bantuan masih menghadapi tantangan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan