Banjir Parah Melanda 5 Kecamatan Sidoarjo Akibat Air Pasang


SIDOARJO, berita
Banjir kembali melanda lima kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (11/12/2025) sore. Genangan air terlihat merata di sejumlah titik dengan ketinggian antara 5 hingga 40 sentimeter. Keadaan ini diperparah oleh naiknya permukaan air laut pada Jumat (12/12/2025). Salah satu lokasi yang paling parah adalah Jalan Sidokare, di mana genangan air mencapai ketinggian 30 hingga 40 sentimeter.

Menurut Adithya, banjir kali ini merupakan yang ketiga kalinya dalam dua bulan terakhir. Ia mengatakan, "Dalam dua bulan, ini banjir ketiga kalinya. Sudah mulai turun sedikit, tapi Sungai Kutuk masih tinggi. Kalau nanti hujan, pasti banjir lagi di sini." Di Desa Sidokare, yang merupakan kawasan padat penduduk, banjir sering terjadi saat musim hujan. Hal ini diperparah dengan meluapnya Sungai Kutuk yang mengalir di tengah permukiman warga.

"Kalau hujan sudah turun, pasti banjir. Biasanya banjir lama tidak surut itu karena Sungai Kutuk meluap, jadi genangan airnya muter saja di kampung karena air tidak bisa ke sungai," tambahnya. Selain Desa Sidokare, banjir juga merendam sebagian wilayah Desa Bluru Kidul, Gebang, Rangkah Kidul, dan Sidokumpul yang berada di Kecamatan Sidoarjo. Sementara di kecamatan lain, banjir tampak di beberapa desa di Kecamatan Tanggulangin, Porong, Candi, dan Waru.

Banjir masih terjadi di lima kecamatan, dengan ketinggian bervariasi antara 5 hingga 40 sentimeter, ujar Plt Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano. Ia menambahkan bahwa pihaknya hingga kini masih terus melakukan pemantauan dan pendataan wilayah yang terdampak banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi. Sementara itu, untuk Jalan Raya Porong Lama yang sempat ditutup karena banjir, kini sudah dapat dilalui kembali.

Untuk Jalan Raya Porong, alhamdulillah pagi tadi sudah mulai surut. Dua pompa milik PPLS sejak semalam juga diaktifkan untuk menyedot air menuju pond (kolam penampungan air) dan juga tanggul penahan lumpur, tambahnya. Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, banjir kali ini tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga peningkatan pasang laut hingga 1,2 meter di atas permukaan laut.

Kenaikan pasang air laut membuat volume sejumlah sungai penuh dan meluap, ungkapnya. Dwi Eko menambahkan bahwa pihaknya kini masih terus melakukan pemantauan dan penanganan pada sungai-sungai yang meluap, dengan melakukan pembersihan terhadap sampah yang membuat arus air tidak lancar.

Penyebab Banjir yang Terus Berulang

Beberapa faktor penyebab banjir yang terjadi di Sidoarjo antara lain:

  • Curah hujan tinggi: Hujan deras yang terjadi secara berkala menjadi salah satu penyebab utama banjir. Curah hujan yang tinggi menyebabkan air tidak dapat diserap oleh tanah dan mengalir ke permukaan.
  • Peningkatan pasang laut: Kenaikan permukaan air laut memengaruhi aliran sungai dan membuatnya mudah meluap, terutama di daerah pesisir.
  • Limpasan Sungai Kutuk: Sungai yang mengalir di tengah permukiman warga sering meluap saat hujan, sehingga menyebabkan genangan air yang sulit surut.
  • Tumpukan sampah: Sampah yang menumpuk di saluran air menghambat aliran air dan memperparah banjir.

Upaya Penanganan Banjir

BPBD dan instansi terkait telah melakukan berbagai upaya untuk menangani banjir di Sidoarjo, seperti:

  • Pemantauan dan pendataan: Petugas terus memantau wilayah yang terdampak banjir dan melakukan pendataan dampaknya.
  • Penggunaan pompa air: Pompa air digunakan untuk menyedot air dari genangan ke kolam penampungan atau tanggul penahan lumpur.
  • Pembersihan saluran air: Sampah yang menumpuk di saluran air dibersihkan agar aliran air lebih lancar.
  • Pemantauan sungai: Petugas terus memantau kondisi sungai-sungai yang meluap untuk mencegah terjadinya banjir lanjutan.

Dampak Banjir

Banjir yang terjadi di Sidoarjo memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama di daerah yang tergenang. Beberapa dampak yang tercatat antara lain:

  • Kendala transportasi: Jalan-jalan utama seperti Jalan Raya Porong sempat ditutup karena genangan air, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
  • Kerusakan infrastruktur: Beberapa rumah dan fasilitas umum terkena dampak banjir, termasuk kerusakan pada jalan dan saluran air.
  • Kesulitan dalam kehidupan sehari-hari: Warga mengalami kesulitan dalam kegiatan sehari-hari, seperti berbelanja, bekerja, dan bersekolah.

Perlu Langkah Jangka Panjang

Meskipun ada upaya penanganan darurat, diperlukan langkah jangka panjang untuk mencegah banjir berulang di Sidoarjo. Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain:

  • Peningkatan sistem drainase: Memperbaiki dan memperluas sistem drainase agar mampu menampung air hujan yang cukup besar.
  • Pengelolaan lingkungan: Menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah pembuangan sampah ke saluran air.
  • Penanaman vegetasi: Membuat taman atau area hijau untuk menyerap air hujan dan mengurangi risiko banjir.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat: Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah banjir.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan