
Banjir Rob Melanda Sejumlah Wilayah di Banjarmasin
Sejak dua hari terakhir, sejumlah permukiman di Kelurahan Sungailulut, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar dilaporkan terendam air. Kondisi ini semakin memburuk dengan adanya pasang air rob yang terjadi di beberapa titik.
Salah satu lokasi yang terdampak adalah Kompleks Karya Budi I, yang berada di Jalan Martapura Lama Km 8. Pada Jumat (2/1/2026) malam, air mencapai ketinggian satu jengkal dan menggenangi jalan kompleks tersebut. Beberapa rumah warga juga sudah mulai terendam oleh air.
Kondisi ini sangat mengganggu kehidupan masyarakat setempat. Salah satu warga, Jurni (48), mengungkapkan kesulitannya dalam melewati jalan yang tergenang banjir.
"Pastinya cukup sulit kalau harus melewati jalan tergenang banjir," kata Jurni.
Haris (45), warga lainnya, juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi banjir yang tidak kunjung surut. Ia takut jika air akan terus meningkat pada malam atau dini hari nanti, sehingga mengganggu tidur nyenyak.
"Jadi tidak bisa tidur nyenyak," ucap Haris.
Berdasarkan pantauan, air tidak hanya menggenangi pemukiman, tetapi juga jalan Martapura Lama. Selain itu, sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin juga tergenang akibat banjir rob. Beberapa daerah yang terdampak antara lain Banua Anyar, Jalan Pahlawan, Jalan Kelayan A dan Kelayan B, serta Jalan Hasan Basery, Kayutangi.
Peringatan dari BPBD Kota Banjarmasin
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, memberikan peringatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dilakukan mengingat masuknya musim hujan dengan intensitas tinggi.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena Banjarmasin berpotensi menerima kiriman air dari DAS Martapura. Kiriman air ini dapat memperparah kondisi rob di kota.
"Daerah mana perlu diwaspadai tentu daerah-daerah di perbatasan seperti di Banjarmasin Timur yaitu Sungailulut," jelas Husni Thamrin.
Dampak Banjir Rob Terhadap Masyarakat
Banjir rob yang terjadi di beberapa wilayah Banjarmasin tidak hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesehatan. Warga setempat mengharapkan tindakan cepat dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah ini.
Selain itu, kondisi banjir rob juga memicu kekhawatiran tentang kerusakan infrastruktur dan dampak jangka panjang terhadap lingkungan. Masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan langkah-langkah preventif agar tidak terjadi peningkatan risiko banjir di masa depan.
Langkah yang Diperlukan
Untuk mengatasi banjir rob, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Tindakan seperti pembersihan saluran air, pembangunan tanggul, dan pengelolaan air hujan secara efektif menjadi penting untuk mengurangi dampak banjir.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi banjir dan langkah pencegahan juga sangat diperlukan. Dengan demikian, masyarakat akan lebih siap menghadapi situasi darurat seperti banjir rob.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar