
TAPANULI TENGAH, nurulamin.pro
Banjir kembali terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Jumat (2/1/2026). Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya banjir bandang dan longsor susulan.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan bahwa hujan yang terjadi sejak pukul 08.30 hingga 14.40 membuat warga yang tinggal dan mengungsi di Tukka merasa cemas.
Penyebab dan Dampak Banjir
Masinton menjelaskan bahwa hujan deras terjadi di seluruh wilayah Tapteng. Ada sembilan kecamatan yang terdampak, antara lain Kecamatan Tapian Nauli, Pandan, Sarudik, Tukka, Badiri, Pinangsori, Lumut, Sibabangun, dan Sukabangun.
Kecamatan Tukka menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak banjir. Banjir bandang dan longsoran menimbulkan air sungai meluap hingga ke permukiman warga dan menutupi jalan-jalan di beberapa titik.
Meski demikian, air mulai surut setelah beberapa jam.
Menurut Masinton, penyebab utama banjir kali ini adalah curah hujan yang tinggi, sehingga debit air melebihi daya tampung sungai.
Upaya Penanganan
Pada minggu pertama Desember 2025, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tapanuli Tengah telah melakukan pembersihan alur sungai yang mengalami sedimentasi dan tertutup tumpukan gelondongan kayu.
Dengan upaya tersebut, sebagian besar air dapat masuk ke alur sungai. Namun, masih ada air yang merembes ke permukiman warga karena pembuatan tanggul sementara masih dalam proses pengerjaan.
Masinton mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Ia menekankan bahwa kondisi cuaca saat ini masih berpotensi hujan deras, yang bisa menyebabkan banjir dan longsoran.
Imbauan untuk Masyarakat
Bupati Tapteng mengimbau kepada seluruh warga agar tetap menjaga kewaspadaan. Ia menyarankan agar masyarakat tidak lengah dan selalu memperhatikan informasi cuaca serta ancaman bencana yang mungkin terjadi.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Masinton berharap dengan langkah-langkah yang telah diambil, risiko bencana bisa diminimalkan. Ia juga berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan jika diperlukan.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah:
Pembersihan alur sungai dari sedimentasi dan tumpukan kayu
Pembuatan tanggul sementara untuk mengurangi risiko banjir
Pemantauan kondisi cuaca secara berkala
Penyebaran informasi dan imbauan kepada masyarakat
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bencana alam yang mungkin terjadi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar