Banjir Pidie Jaya Aceh Mulai Reda


BANDA ACEH, nurulamin.pro
- Lumpur bekas air bah yang melanda Pidie Jaya (Pijay), Aceh pada akhir November 2025 lalu belum sepenuhnya mengering.

Kini, banjir susulan kembali merendam pemukiman warga. Hujan deras yang mengguyur Pidie Jaya sejak Rabu (24/12/2025) sore menyebabkan beberapa sungai di kabupaten setempat meluap. Puluhan desa terdampak hingga warga kembali dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pijay, Muhammad Nur, menjelaskan bahwa banjir susulan yang melanda wilayahnya saat ini sudah surut. Namun, di beberapa titik masih ada genangan air.

“Air sudah surut tadi malam, tapi beberapa titik masih tergenang. Lumpur di rumah warga yang sebelumnya sudah dibersihkan jadi bertambah lagi,” ujar Nur saat dihubungi nurulamin.pro, Kamis (25/12/2025).

Nur menambahkan, banjir susulan tersebut melanda tujuh kecamatan di Pidie Jaya. Meski demikian, air tidak secara menyeluruh naik ke pemukiman warga. Dia memastikan warga dan pengungsi dalam kondisi aman, tanpa adanya korban jiwa.

“Warga langsung keluar (rumah) dan mencari tempat paling nyaman (aman). Karena sudah kami informasi dari sore hari, alhamdulillah tidak ada yang signifikan,” ujarnya.

Menurut Nur, pada saat banjir susulan tiba masyarakat sempat sedikit riuh namun tidak terlalu panik. Beberapa warga juga ada yang dievakuasi seperti lansia, anak-anak, dan orang sakit.

“Kami ada evakuasi warga juga tadi malam seperti di Kecamatan Meurah Dua, Ulim, dan Bandar Dua,” katanya.

Saat ini, sebut Nur, sebagian warga masih ada yang berada di pengungsian dan belum kembali ke rumah masing-masing walaupun air sudah surut.

“Ada juga belum bisa pulang ke rumah karena masih ada air, lembab dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Situasi Terkini di Pidie Jaya

  • Genangan Air Masih Ada: Meskipun air mulai surut, beberapa titik di Pidie Jaya masih tergenang. Genangan ini membuat warga kesulitan untuk kembali ke rumah mereka.
  • Lumpur yang Bertambah: Lumpur yang sebelumnya sudah dibersihkan kembali tercampur dengan air yang menggenang, sehingga memperburuk kondisi lingkungan.
  • Evakuasi Dilakukan: Warga yang termasuk dalam kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan orang sakit dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
  • Kondisi Pengungsi: Sebagian besar warga masih tinggal di pengungsian meskipun air sudah surut. Mereka masih takut atau tidak yakin untuk kembali ke rumah mereka.

Upaya BPBD Pijay

  • Komunikasi dengan Warga: BPBD Pijay telah memberi informasi kepada warga sejak sore hari agar siap menghadapi banjir susulan.
  • Pemantauan Wilayah: Petugas BPBD terus memantau daerah-daerah yang rawan banjir, terutama di tujuh kecamatan yang terdampak.
  • Penanganan Darurat: Tim tanggap darurat bekerja keras untuk membantu warga yang terkena dampak banjir susulan.
  • Koordinasi dengan Pihak Lain: BPBD Pijay bekerja sama dengan instansi lain untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa pengungsian.

Tantangan yang Dihadapi

  • Kondisi Lingkungan: Genangan air dan lumpur yang tercampur membuat lingkungan menjadi tidak sehat dan berpotensi menimbulkan penyakit.
  • Kekhawatiran Warga: Banyak warga yang masih khawatir akan kemungkinan banjir kembali terjadi, terutama setelah peristiwa banjir besar pada akhir November 2025.
  • Ketersediaan Tempat Pengungsian: Keberadaan tempat pengungsian yang cukup untuk menampung warga yang terdampak banjir susulan menjadi tantangan tersendiri.

Harapan dan Tindakan Lanjutan

  • Pemulihan Lingkungan: Masyarakat berharap dapat segera membersihkan rumah dan lingkungan dari lumpur serta genangan air.
  • Perbaikan Infrastruktur: Diperlukan perbaikan infrastruktur seperti saluran air dan tanggul untuk mencegah banjir susulan di masa depan.
  • Dukungan dari Pemerintah: Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan bantuan lebih lanjut, baik dalam bentuk logistik maupun dana untuk pemulihan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan