Banjir Puluhan Rumah Pengayuan Banjarbaru, Warga Bangun Dipan Darurat

Banjir Puluhan Rumah Pengayuan Banjarbaru, Warga Bangun Dipan Darurat

Banjir di Wilayah Pinggiran Kota Banjarbaru

Memasuki puncak musim hujan, kota Banjarbaru kembali mengalami bencana banjir. Kondisi ini terjadi di wilayah pinggiran kota, khususnya di kawasan Pengayuan yang berada di Kampung Handil Baru, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang.

Banjir yang terjadi di lokasi tersebut berada tepat di dekat perbatasan antara Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanahlaut. Genangan air mencapai tingkat yang cukup parah, bahkan sampai masuk ke dalam rumah warga. Hal ini membuat sekitar belasan rumah terdampak banjir.

Pantauan yang dilakukan pada Rabu (31/12/2025), menunjukkan bahwa ketinggian air di jalan akses masuk rumah warga rata-rata mencapai setengah lutut, dan di beberapa titik air bahkan sampai ke lutut. Kondisi ini menyebabkan warga tidak dapat menggunakan kendaraan untuk masuk ke dalam lingkungan permukiman.

Beberapa warga memilih meletakkan sepeda motor mereka di pinggir jalan raya yang lebih tinggi agar tidak terendam air. Salah satu warga, Amir Hamzah, mengungkapkan bahwa banjir di tempatnya sudah berlangsung selama empat hari terakhir. Hingga saat ini, genangan air belum juga mengering.

“Airnya sampai masuk ke dalam rumah. Ini sudah sekitar empat harian. Kadang tidak hujan pun air tetap datang. Apalagi tadi malam hujan, jadi airnya bertambah tinggi di dalam rumah,” ujarnya kepada Bpost.

Kondisi ini memaksa Amir dan keluarganya harus menggunakan ranjang atau panggung darurat di rumah untuk tidur. “Tidur di atas dipan darurat yang tinggi, seperti ranjang kayu,” tambahnya.

Warga lain, Nuraina, juga mengeluhkan genangan air yang semakin dalam ketika turun hujan. Ia menjelaskan bahwa kondisi air di sekitar rumahnya semakin meningkat setiap kali hujan turun.

“Tadi malam masih tidak sedalam ini, terus tadi hujan langsung naik lagi,” ujarnya.

Meski demikian, konstruksi rumah keluarga Nuraina yang terbuat dari kayu cukup tinggi, sehingga air tidak sampai masuk ke dalam rumah. Hanya halaman rumah yang tergenang oleh air.

Dampak Banjir Terhadap Kehidupan Warga

Banjir yang terjadi di kawasan Pengayuan telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan warga setempat. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, banjir juga menyebabkan ketidaknyamanan dalam penggunaan ruang hidup.

Banyak warga mengeluhkan kesulitan dalam mengakses rumah mereka, terutama saat air meluap. Beberapa dari mereka memilih untuk mengungsikan barang-barang penting ke bagian yang lebih tinggi agar tidak terkena air.

Selain itu, banjir juga berpotensi memicu penyakit, terutama jika air yang menggenang tidak segera dikuras. Warga mulai khawatir akan kondisi kesehatan mereka, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit kulit dan infeksi.

Upaya Penanggulangan

Meskipun belum ada informasi resmi dari pihak berwenang tentang upaya penanggulangan banjir di wilayah tersebut, masyarakat setempat berusaha saling membantu dalam menghadapi situasi ini. Banyak warga yang saling bergotong-royong membersihkan air dan memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat banjir.

Beberapa komunitas lokal juga mulai berkoordinasi untuk mencari solusi jangka panjang agar banjir tidak terulang di masa mendatang. Namun, hingga saat ini, belum ada rencana konkret yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.

Kesimpulan

Banjir yang terjadi di wilayah pinggiran Kota Banjarbaru menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penanganan masalah drainase dan pengelolaan lingkungan agar tidak terjadi bencana serupa di masa depan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan