Banjir rendam sejumlah wilayah di Kota Serang, BPBD ungkap penyebabnya

Banjir rendam sejumlah wilayah di Kota Serang, BPBD ungkap penyebabnya

KABAR BANTEN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Serang sejak Sabtu hingga Minggu malam (11/1/2026) mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat beberapa kecamatan terdampak dengan genangan cukup parah, terutama di Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, dan Walantaka.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Serang, Diat, mengatakan curah hujan berdasarkan data BMKG masuk dalam kategori ekstrem, sehingga sejumlah sungai dan saluran air tidak mampu menampung debit air yang meningkat tajam.

“Fenomena hujannya memang cukup tinggi, bahkan masuk kategori ekstrem. Akibatnya, volume air sungai tidak tertampung dan meluap ke permukiman warga,” ujar Diat, Minggu malam.

Ia menjelaskan, titik banjir tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Kecamatan Curug, Kelurahan Cipete, kawasan Citra Gading, Cipocok Jaya, serta Perumahan Grand Sutra, Kecamatan Walantaka.

Dari seluruh wilayah terdampak, Perumahan Grand Sutra tercatat sebagai lokasi dengan genangan terluas dan durasi terlama.

“Kalau dilihat dari luasan dan jumlah jiwa terdampak, Grand Sutra paling besar. Genangannya juga relatif lama karena aliran airnya berasal dari wilayah Baros, Kabupaten Serang,” jelasnya.

Menurut Diat, penyebab banjir tidak semata-mata dipicu hujan ekstrem, tetapi juga diperparah oleh penyempitan saluran air, pendangkalan sungai akibat sedimentasi, serta sampah yang menyumbat drainase.

“Rata-rata penyebabnya penyempitan drainase, sungai penuh sedimentasi, ditambah banyak sampah. Sempadan sungai juga banyak yang belum tertata,” tegasnya.

Dalam penanganan darurat, BPBD Kota Serang telah menurunkan 25 hingga 30 personel, mengerahkan tiga unit perahu, serta kendaraan operasional untuk kesiapsiagaan evakuasi.

BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

“Kebutuhan pangan ditangani Dinsos, layanan kesehatan oleh Dinkes. Sesuai instruksi Wali Kota, keselamatan warga adalah prioritas,” katanya.

Diat mengimbau warga yang rumahnya telah tergenang agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti masjid atau gedung pemerintahan yang memiliki elevasi lebih tinggi.

“Kalau air sudah masuk rumah, sebaiknya mengungsi. Kami khawatir ada potensi bahaya lain seperti hewan liar, ular, atau biawak,” imbaunya.

Terkait penanganan jangka panjang, BPBD Kota Serang menilai perlu dilakukan langkah struktural dan nonstruktural, mulai dari normalisasi sungai, penataan sempadan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat.

“Normalisasi harus dilakukan, sempadan sungai dibenahi, dan yang tidak kalah penting peran masyarakat. Jangan buang sampah sembarangan dan kembali menghidupkan gotong royong,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak titik banjir memiliki pola penyebab yang sama, yakni sampah yang menyumbat aliran air.

Diat pun mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan evakuasi mandiri saat kondisi darurat.

“Lakukan evakuasi mandiri jika situasi membahayakan dan segera hubungi BPBD. Ingat jargon BNPB, kita jaga alam, alam jaga kita,” pungkasnya.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan