Banjir Rob Genangi Jalan di Pelabuhan Panjang

Banjir Rob Genangi Jalan di Pelabuhan Panjang

Banjir Rob Melanda Pesisir Kabupaten Kotabaru

Beberapa kawasan pesisir di Kabupaten Kotabaru mengalami banjir rob dalam beberapa hari terakhir. Meskipun kenaikan permukaan air laut tidak begitu signifikan, kondisi ini cukup mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di wilayah yang berbatasan langsung dengan laut.

Pantauan dilakukan oleh Banjarmasinpost di sekitar gerbang masuk Pelabuhan Panjang, Kotabaru, pada hari Sabtu (3/1/2026), menunjukkan bahwa air pasang telah menggenangi sebagian jalan aspal. Pengendara yang melintasi area tersebut terpaksa melewati air laut yang mengalir dari sisi jalan.

Salah satu pengendara, Rafa, mengatakan bahwa ia harus menerobos air karena ada barang yang perlu dikirim ke kapal yang akan berangkat.

"Terpaksa menerobos, karena mau antar barang ke kapal yang akan berangkat," ujarnya.

Sementara itu, Michael, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, menjelaskan bahwa kondisi air pasang tinggi ini terjadi beberapa kali dalam sehari, terutama pada sore hingga malam hari. Ia menyebutkan bahwa air naik dan turun secara berkala.

"Jadi sebentar naik, air turun lagi. Tapi nanti naik lagi," katanya.

Berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam Kotabaru, banjir rob mulai terjadi sejak tanggal 2 hingga 9 Januari 2026, dengan rentang waktu pukul 16.00 hingga 22.00 WITA. Puncak tertinggi diperkirakan terjadi malam ini, mengingat fase bulan purnama sedang berlangsung.

Meski belum ada laporan bencana banjir atau gangguan serius lainnya, intensitas curah hujan di Kabupaten Kotabaru terbilang tinggi. Hujan kerap mengguyur setiap hari, baik pada pagi, sore, maupun petang.

Dampak Banjir Rob pada Kehidupan Masyarakat

Banjir rob yang terjadi di wilayah pesisir Kotabaru memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Aktivitas transportasi menjadi lebih sulit, terutama bagi para pengendara yang harus melewati jalur yang tergenang air.

Selain itu, aktivitas ekonomi juga terganggu. Para pedagang dan pengusaha lokal mengeluhkan kesulitan dalam mengangkut barang dagangan ke pelabuhan. Hal ini memengaruhi distribusi barang dan memperlambat proses bisnis.

Kondisi ini juga memicu kekhawatiran tentang kesiapan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem. BPBD Kotabaru terus memantau situasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari area rawan banjir.

Upaya Mitigasi dan Pencegahan

Untuk mengurangi risiko banjir rob, pemerintah daerah dan instansi terkait sedang melakukan berbagai upaya mitigasi. Salah satunya adalah memperkuat sistem drainase dan saluran air di wilayah pesisir. Selain itu, sosialisasi tentang cara menghadapi banjir rob juga dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi alam yang tidak terduga.

Selain itu, pemantauan cuaca dan prediksi gelombang pasang dilakukan secara rutin. Data dari stasiun meteorologi digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam merencanakan tindakan pencegahan.

Peran Masyarakat dalam Menghadapi Banjir Rob

Masyarakat di wilayah pesisir Kotabaru juga diminta untuk aktif dalam mengantisipasi banjir rob. Hal ini termasuk memastikan rumah dan tempat usaha mereka tidak terletak di daerah rendah atau dekat dengan garis pantai. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga penanggulangan bencana, diharapkan banjir rob tidak akan membawa dampak yang lebih besar dan dapat segera diatasi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan