
Banjarmasin Dilanda Rob yang Semakin Parah
Kota Banjarmasin, yang dikenal dengan julukan "Kota Seribu Sungai", kembali menghadapi kondisi banjir rob yang semakin parah. Dalam dua hari terakhir, sejumlah kawasan di kota ini berubah menjadi seperti sungai akibat air pasang (rob) yang menggenangi jalan utama hingga permukiman warga. Fenomena ini terjadi pada Jumat (2/1) dan Sabtu (3/1) malam.
Pada malam hari tersebut, tinggi air rob lebih tinggi dibandingkan bulan Desember lalu. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan yang cukup deras. Genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan kemacetan lalu lintas di beberapa titik.
Kawasan Pasar Sudimampir Terendam
Salah satu lokasi yang paling terdampak adalah Pasar Sudimampir. Air rob mencapai ketinggian di bawah lutut orang dewasa, sehingga mengganggu kegiatan pasar. Warga harus melintasi genangan air dengan hati-hati untuk menghindari mogok kendaraan. Di sekitar pasar, arus lalu lintas terlihat padat, dengan kendaraan roda dua dan empat terpaksa melintasi genangan air yang menutupi hampir seluruh badan jalan.
Selain itu, di ruas jalan depan Pasar Ujung Murung, situasi serupa terjadi. Genangan air rob memicu kemacetan dan kesulitan bagi pengendara. Bahkan, di beberapa titik di Jalan Lambung Mangkurat, banjir rob masih terjadi meskipun Pemerintah Kota Banjarmasin baru saja menyelesaikan pembangunan drainase di kawasan tersebut.
Pengalaman Warga yang Mengeluh
Warga setempat mengeluh bahwa kondisi banjir rob semakin parah dari tahun ke tahun. Fahrul (33), salah satu warga yang melintas di kawasan Pasar Sudimampir, mengatakan, “Sekarang ini tiap tahun rasanya makin dalam. Dulu paling cuma basah-basah jalan, sekarang sudah sampai bawah lutut. Kalau pas jam ramai, macet, motor juga banyak yang mogok.”
Di Kelayan A, Banjarmasin Selatan, genangan air juga merendam jalan, rumah warga, dan langgar. Bahkan Masjid Al-Hikmah kemasukan air. Maryam, warga setempat, menjelaskan, “Air naik mulai jam 5 sore (17.00 Wita), ini bisa naik lagi kalau hujan.” Ia menambahkan bahwa genangan air ini tertinggi dibanding sebelumnya, karena biasanya air hanya naik di sisi-sisi jalan dekat sungai, bukan menutupi seluruh jalan.
Upaya Pemerintah dalam Penanggulangan Banjir
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, peningkatan volume banjir rob disebabkan oleh fenomena air pasang yang bersamaan dengan musim hujan. Untuk mengurangi risiko banjir, Pemko Banjarmasin melalui Dinas PUPR melakukan perbaikan drainase di sejumlah titik. Selain itu, normalisasi drainase juga dilakukan di wilayah-wilayah yang sering tergenang air, seperti Jalan Beruntung Jaya, Banjar Indah, Stadion Lambung Mangkurat, Dharma Praja, Brigjen H Hasan Basri, Jafri Zam-zam, dan Jalan A Yani Kilometer 1.
Penanganan banjir juga dilakukan dengan pengerukan pada sejumlah sungai dan kanal. Wali Kota Banjarmasin, M Yamin, menegaskan bahwa penanggulangan banjir menjadi prioritas di tahun 2026, dengan sejumlah kegiatan di APBD 2026 yang telah disusun untuk mendukung visi dan misi kepala daerah.
Baru-baru ini, Yamin memantau kondisi 132 kepala keluarga terdampak banjir di Kelurahan Sungailulut, RT 08 RW 01, Kecamatan Banjarmasin Timur, dan menyerahkan bantuan kepada warga.
Prediksi BMKG tentang Durasi Rob
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas II Syamsudin Noor menjelaskan bahwa pasang diakibatkan adanya fase bulan purnama. Banjir rob akibat air pasang di pesisir perairan Sungai Barito seperti Banjarmasin dan sekitaranya diprediksi masih berlangsung hingga satu pekan kedepan.
Kepala Stamet Syamsudin Noor, Otta Welly Jeni Tholla, mengatakan prediksi pasang terjadi sejak 2 Januari akan berlangsung hingga 9 Januari mendatang. Adapun waktu terjadinya pasang yaitu pada malam hari sejak pukul 16.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita dengan ketinggian maksimum mencapai 3,1 meter.
Selain pesisir Sungai Barito, pasang air laut juga diprediksi terjadi di pesisir Kalsel yaitu Kotabaru dan Tanahbumbu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar