
Pemkab Cirebon Memastikan Sumber Banjir di Wilayah Cikuya
Banjir yang terjadi di Kecamatan Sumber beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. Peristiwa ini bahkan sempat viral di media sosial, menyusul adanya tudingan bahwa pengundulan hutan menjadi penyebab banjir di kawasan tersebut.
Untuk menindaklanjuti isu yang berkembang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait melakukan peninjauan langsung ke Perumahan City Land. Lokasi ini menjadi sorotan karena diduga menjadi sumber banjir, khususnya di wilayah Cikuya.
Hendra menegaskan bahwa hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa tidak ada aliran sungai dari kawasan Perumahan City Land yang mengarah ke wilayah Cikuya. Ia menjelaskan bahwa arah aliran air dari perumahan justru menuju ke selatan, bukan ke Cikuya.
“Di City Land tidak ada aliran sungai seperti yang ramai diperbincangkan warga. Setelah kami cek, arah aliran air dari kawasan perumahan justru ke selatan, bukan ke Cikuya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa isu banjir yang berkembang di masyarakat perlu disikapi secara objektif dan berbasis data. Oleh karena itu, Pemkab Cirebon merasa perlu memastikan secara langsung sumber aliran air yang merendam wilayah Cikuya.
“Isu ini harus kita sikapi bersama. Pemerintah daerah berkewajiban memastikan dari mana asal muasal air yang menyebabkan banjir di Cikuya,” ujarnya.
Langkah Antisipasi dengan Reboisasi
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pemkab Cirebon akan berkolaborasi dengan PT ASP Land Development untuk melakukan reboisasi di kawasan Perumahan City Land. Penghijauan akan difokuskan pada lahan kosong dan ruang terbuka hijau (RTH) milik City Land, serta lahan milik Pemkab Cirebon seluas kurang lebih 3.000 meter persegi yang berada di lokasi yang sama.
“Kita ingin City Land ini tidak menjadi kambing hitam dalam kejadian banjir. Dengan adanya penghijauan, diharapkan pohon-pohon yang ditanam bisa menjadi area resapan air,” kata Hendra.
Menurutnya, jenis pohon yang akan ditanam antara lain baujan dan ketapang, karena dinilai cepat tumbuh, mudah ditanam, serta memiliki daya serap air yang baik.
“Rencananya penanaman pohon akan dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026. Konsepnya, pohon baujan untuk area luas karena cepat besar dan menyerap air, sementara ketapang akan ditanam di lahan sempit dan RTH milik City Land. Targetnya kawasan ini menjadi rindang dan berfungsi optimal sebagai daerah resapan,” jelasnya.
Kolaborasi dengan PT ASP Land Development
Sementara itu, Direktur ASP Land Development, Cecep Hendi, menyambut baik kolaborasi dengan Pemkab Cirebon dalam upaya penghijauan tersebut. Ia menegaskan kesiapan perusahaannya untuk mendukung program penanaman pohon, termasuk penyediaan bibit.
“Insya Allah kami siap berkolaborasi dan menyediakan bibit pohon. Selama ini isu banjir selalu diarahkan ke City Land, padahal setelah kita lihat bersama, aliran air dari City Land tidak menuju Sungai Cikuya,” ungkapnya.
Cecep menambahkan bahwa bibit pohon akan ditanam baik di lahan milik Pemkab Cirebon maupun di kawasan City Land sendiri, dengan melibatkan unsur Forkopimda.
“Kami mengikuti arahan pemerintah daerah. Nanti kita tanam bersama, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar