
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan Buka Suara Soal Video dengan Horrison Ford
Video yang menampilkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Horrison Ford kembali menjadi perhatian publik. Dalam video tersebut, Zulhas tampak menghadapi kritik tajam dari Ford terkait kerusakan hutan di Indonesia, khususnya di Taman Nasional Tesso Nilo. Namun, setelah beberapa waktu berlalu, Zulhas akhirnya menyadari bahwa dirinya dijadikan sebagai "penjahat" dalam video tersebut.
Video ini viral kembali di media sosial setelah bencana banjir melanda Sumatera. Beberapa orang mulai memperhatikan potongan-potongan video lama Zulhas dan Ford, yang sebenarnya telah dibuat sekitar 12 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2014. Video tersebut diproduksi dalam serial TV dokumenter berjudul Years Living Dangerously dan diposting di YouTube oleh The Years Project.
Dalam wawancara tersebut, Ford bertanya tentang temuannya di Taman Nasional Tesso Nilo yang dikatakan sudah habis ditebang. Saat itu, Zulhas tertawa ketika ditanya soal hal tersebut, yang kemudian membuat Ford menegurnya. Ford mengecam keadaan hutan yang semakin rusak dan mempertanyakan apa yang telah dilakukan Zulhas selama menjabat sebagai Menteri Kehutanan.
Zulhas menjawab bahwa ia dan pemerintah sedang berupaya menyelesaikan masalah tersebut. Ia juga menyebut bahwa situasi saat itu dianggap sebagai bentuk demokrasi. Namun, dalam wawancara lanjutan, Zulhas mengungkap bahwa ia sudah mengetahui isi pembicaraan sejak awal. Ia bahkan sempat mengajak Ford untuk debat terbuka di depan 20 wartawan.
Namun, Ford tidak mau melakukan debat terbuka. Menurut Zulhas, saat ia tiba di kantor, ruang kerjanya sudah disiapkan sebagai lokasi shooting. Ada empat kamera yang dipasang di ruangan tersebut, dan Zulhas hanya duduk sambil menerima pertanyaan dari Ford.
Setelah menonton kembali video tersebut, Zulhas merasa bahwa dirinya dihadirkan sebagai penjahat dalam film tersebut. Ia mengatakan bahwa Ford adalah tokoh utama dalam film tersebut, sehingga pasti ada "penjahatnya", dan ia lah yang dianggap sebagai penjahat.
Ia juga mengungkap bahwa sejak awal ia merasa aneh dengan situasi tersebut. Dari ruang tunggu sudah terlihat sesuatu yang tidak biasa. Namun, karena Ford adalah bintang terkenal, para staf tidak berani memberi komentar.
Zulhas membantah bahwa ia meremehkan isu penebangan pohon di Taman Nasional Tesso Nilo. Ia menjelaskan bahwa kondisi Indonesia saat itu berbeda dengan Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa Indonesia masih dalam proses reformasi, dan pejabat sering takut kepada rakyat.
Ia juga mengungkap bahwa menangkap pelaku penebangan di Tesso Nilo sangat sulit, karena ada sekitar 50 ribu orang yang menguasai taman nasional tersebut.
Kini, video tersebut kembali viral, terutama setelah banjir melanda Sumatera. Banyak kayu-kayu yang terbawa arus banjir, dan beberapa orang mulai mempertanyakan apakah video tersebut diedit. Zulhas sendiri mengakui bahwa Ford memiliki kendali penuh atas produksi video tersebut, sementara dirinya tidak memiliki akses terhadap tim produksi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar