
Banjir di Daerah Aliran Sungai Tapin Mengganggu Akses Transportasi
Banjir yang terjadi akibat luapan air Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapin mulai berdampak pada akses transportasi di Kabupaten Tapin. Beberapa titik di ruas jalan nasional yang menghubungkan Margasari-Balimau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tergenang air. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (3/1/2026), dan genangan air terjadi di wilayah Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, Kabupaten Tapin, serta Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan.
Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai lutut orang dewasa. Genangan tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga menyebabkan munculnya sejumlah lubang di permukaan aspal. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan kendaraan bertonase besar.
Seorang warga Kabupaten Tapin mengatakan bahwa ia sudah terbiasa melintasi jalur Margasari-Balimau meski tergenang banjir. Ia mengaku sudah hafal lokasi lubang jalan sehingga bisa menghindarinya. “Saya sudah hafal lubang jalan, jadi bisa menghindar. Dalam satu pekan bisa dua kali bolak-balik lewat sini,” ujarnya.
Namun, tidak semua kendaraan dapat melintas dengan aman. Berdasarkan pantauan di lapangan, satu unit truk angkutan peti kemas sempat terjebak di ruas jalan Desa Sungai Rutas. Truk tersebut dilaporkan terlalu mengambil jalur ke sisi kiri jalan, sehingga roda belakang terperosok dan tak mampu naik ke bahu jalan. Akibatnya, arus lalu lintas sempat melambat.
Pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di ruas Margasari-Balimau, terutama pada malam hari dan saat hujan turun. Genangan air dapat menutupi lubang aspal yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Dampak Banjir Terhadap Pengguna Jalan
Beberapa titik di jalan nasional yang tergenang air menjadi ancaman bagi para pengendara. Genangan air yang cukup dalam membuat banyak kendaraan kesulitan untuk melewati jalur tersebut. Bahkan, ada beberapa kendaraan yang terjebak karena kondisi jalan yang tidak stabil.
Tidak hanya itu, banjir juga menyebabkan kerusakan pada permukaan jalan. Lubang-lubang kecil yang muncul akibat genangan air bisa menjadi bahaya bagi pengemudi, terutama jika tidak diperhatikan. Banyak pengendara mengeluhkan kondisi jalan yang semakin memprihatinkan.
Di sisi lain, masyarakat setempat terlihat sudah terbiasa dengan situasi seperti ini. Namun, mereka tetap waspada, terutama saat cuaca buruk atau hujan deras. Banyak dari mereka menghindari jalan tertentu atau memilih jalur alternatif agar tidak terjebak dalam genangan air.
Upaya Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah setempat sedang memantau situasi secara berkala untuk memastikan keamanan pengguna jalan. Beberapa upaya perbaikan jalan telah dilakukan, namun kondisi jalan masih memerlukan perhatian lebih lanjut.
Masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan keamanan jalan. Banyak warga yang membersihkan saluran air agar tidak terjadi penumpukan air yang berlebihan.
Selain itu, beberapa organisasi masyarakat juga melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan tentang cara menghadapi banjir dan cara menghindari bahaya yang mungkin terjadi.
Kesimpulan
Banjir yang terjadi akibat luapan air DAS Tapin memberikan dampak signifikan terhadap akses transportasi di Kabupaten Tapin. Genangan air dan kerusakan jalan menjadi tantangan bagi pengguna jalan. Meskipun masyarakat sudah terbiasa dengan situasi ini, tetap dibutuhkan upaya pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar