Bank Mandiri: Transaksi QRIS Livin’ Tembus Rp 123,5 Triliun, Naik 103 Persen

Pertumbuhan Signifikan Livin’ by Mandiri dalam Ekosistem Digital

Bank Mandiri terus memperkuat digitalisasi sebagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perluasan ekosistem keuangan yang inklusif. Salah satu layanan digital andalan Bank Mandiri, yaitu Livin’ by Mandiri, mencatat pertumbuhan signifikan pada berbagai aspek transaksi. Salah satu fitur yang berkembang pesat adalah Quick Response Indonesian Standard (QRIS) dengan nilai transaksi yang melonjak lebih dari 100 persen.

Hingga September 2025, aplikasi super app andalan Bank Mandiri ini telah mencatat lebih dari 35 juta pengguna dengan tren pertumbuhan yang terus positif. Frekuensi transaksi tumbuh 25 persen secara tahunan, sementara nilai transaksi mencapai Rp 3.220 triliun atau naik 10 persen.

Tren Pertumbuhan di Seluruh Indikator Livin’

Bank Mandiri mencatat tren pertumbuhan positif di seluruh indikator Livin’. Per kuartal III 2025, jumlah pengguna Livin’ mencapai 35,1 juta, tumbuh 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 27,6 juta pengguna. Angka ini naik 68 persen dibandingkan kuartal III 2023 dengan compound annual growth rate (CAGR) 30 persen.

Frekuensi transaksi juga meningkat menjadi 3,44 miliar transaksi pada kuartal III 2025, naik 9,5 persen dibandingkan 2,76 miliar transaksi pada periode yang sama 2024. Dibandingkan kuartal III 2023, angka ini tumbuh 37 persen dengan CAGR 29 persen.

Nilai transaksi Livin’ by Mandiri per kuartal III 2025 turut meningkat menjadi Rp 3.220 triliun, tumbuh 9,5 persen dibandingkan Rp 2.940 triliun pada kuartal III 2024, serta naik 37,4 persen dibandingkan kuartal III 2023. CAGR-nya mencapai 17 persen.

Pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) dari Livin’ juga meningkat menjadi Rp 2,18 triliun per kuartal III 2025, tumbuh 17,6 persen dibandingkan kuartal III 2024 sebesar Rp 1,86 triliun. Dibandingkan kuartal III 2023, FBI tumbuh 47 persen dengan CAGR 21 persen.

Fokus pada Penguatan Layanan Digital Ritel

Harry Sofri Putranda, Vice President Digital Experience and Strategy Bank Mandiri, menegaskan bahwa penguatan layanan digital ritel menjadi salah satu fokus perseroan. Livin’ dikembangkan untuk memberikan proses transaksi yang lebih cepat, mudah, dan aman bagi masyarakat. “Nasabah membutuhkan layanan yang cepat dan praktis. Untuk itu, Livin’ by Mandiri kami siapkan agar proses transaksi berjalan lebih sederhana dan efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, adopsi layanan digital makin kuat terlihat dari onboarding, di mana 91 persen pembukaan rekening dilakukan melalui Livin’. Angka ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat yang semakin memilih layanan digital ketimbang kantor cabang.

Pertumbuhan QRIS dan Fitur Pembayaran Lainnya

Fitur QRIS menjadi salah satu kontributor pertumbuhan tertinggi. Bank Mandiri mencatat fitur ini tumbuh lebih dari 100 persen secara tahunan. “Per September 2025, fitur pembayaran yang menjadi andalan nasabah ini telah mencapai 878 juta transaksi dengan nilai menembus Rp 123,5 triliun. Jumlah tersebut melesat 103 persen dibandingkan periode yang sama 2024,” kata Harry.

Selain QRIS, Livin’ juga menyediakan opsi pembayaran lain seperti QR dengan berbagai sumber dana, e-wallet linkage, dan contactless payment yang mendukung transaksi ritel domestik maupun internasional. “Kami memastikan seluruh fitur bekerja stabil, terutama pada periode volume tinggi, agar kenyamanan pengguna tetap terjaga,” ujarnya.

Penguatan Ekosistem Livin’

Penguatan ekosistem Livin’ dilakukan melalui fitur inti seperti transfer, pembayaran tagihan, pembelian kebutuhan harian, dan pengelolaan dana melalui tabungan serta deposito digital. Integrasi layanan gaya hidup lewat fitur Sukha menjadikan Livin’ sebagai kanal serbaguna untuk kebutuhan perjalanan, hiburan, dan pembelian produk tertentu.

Secara keseluruhan, FBI dari seluruh layanan digital Bank Mandiri telah mencapai Rp 5,48 triliun hingga September 2025, tumbuh 13,3 persen secara tahunan. Capaian ini memperkuat posisi Bank Mandiri dalam ekosistem digital ritel serta mendukung penguatan ekonomi berbasis transaksi digital.

“Komitmen kami mendorong akselerasi digital akan terus kami jalankan. Setiap fitur dikembangkan agar manfaat serta nilai tambah yang diterima nasabah semakin nyata,” tutup Harry.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan