Bansos Cair, Ratusan Warga Musi Rawas Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak dengan KTP

Bansos Cair, Ratusan Warga Musi Rawas Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak dengan KTP

Bantuan Beras dan Minyak untuk 40.469 Keluarga di Musi Rawas

Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, warga di Kabupaten Musi Rawas masih bisa tersenyum saat ini sebab bantuan dari Badan Pangan Nasional (BPN) mulai disalurkan. Bantuan tersebut disalurkan melalui pemerintah desa masing-masing untuk 2 periode sekaligus yakni periode Oktober dan November tahun 2025 dengan masing-masing menerima berupa beras 20 kg dan minyak 4 liter.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Musi Rawas, Ervan Malik mengatakan, bantuan dari BPN tersebut berupa beras dan minyak goreng sudah mulai disalurkan sejak beberapa hari terakhir. "Saat ini sudah mulai penyaluran bantuan dari BPN berupa beras dan minyak," kata Ervan, Jumat (12/12/2025).

Dikatakan Ervan, bantuan tersebut disalurkan untuk 2 periode sekaligus yakni periode Oktober dan November 2025, dengan masing-masing penerima menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. "Itu bantuan dari BPN, 1 bulannya setiap penerimaan mendapatkan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng. Tapi saat ini penyalurannya langsung untuk 2 bulan, jadi dikali 2," jelasnya.

"Kalau yang sekarang kan ada minyak gorengnya, kalau yang sebelumnya hanya beras 10 kg saja," imbuhnya. Ditambahkan Ervan, untuk di Musi Rawas sendiri jumlah penerimanya mencapai 40.469 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 14 Kecamatan.

Daftar Kecamatan dengan Jumlah Penerima Terbanyak

Dari 14 kecamatan tersebut, penerima paling banyak ada di Kecamatan Megang Sakti sebanyak 6.033 KPM, kemudian disusul Tugumulyo sebanyak 5.642 KPM. Selanjutnya Kecamatan Muara Kelingi sebanyak 4.460 KPM, STL ULu Terawas 3.750 KPM, Muara Lakitan 3.377 KPM, Selangit 2.634 KPM, Jayaloka 2.499 dan Kecamatan BTS Ulu 2.431 KPM.

Kemudian Kecamatan Muara Beliti sebanyak 1.826 KPM, Sukakarya juga 1.826 KPM, Sumber Harta 1.823 KPM, Tuah Negeri 1.725 KPM, dan Purwodadi 1.388 KPM, kemudian terkahir yang paling sedikit di Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) hanya 3 KPM.

Lebih lanjut Ervan menjelaskan, bantuan tersebut diperuntukan bagi masyarakat kategori rawan pangan dan rawan miskin, sehingga dapat membantu ekonomi. "Penyaluran bantuan beras ini, tidak melihat apakah warga tersebut sudah menerima bantuan lain atau belum," pungkasnya.

Persyaratan Pengambilan Bantuan

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Triwikaton Kecamatan Tugumulyo, Deki Maylan mengatakan, penyaluran bantuan beras dan minta untuk Desa Triwikaton sudah selesai dilakukan. "Desa kami sudah selesai hari ini terakhir, total penerimanya sekitar 22 kepala keluarga (KK)," ungkapnya.

Untuk pengambilannya sendiri, lanjut Kades, setiap penerima diwajibkan membawa kartu identitas yakni KTP asli. Sedangkan jika diwakilkan, maka harus satu KK. "Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi penerima ditengah harga kebutuhan pokok yang saat ini sedang naik," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ira salah seorang penerima bantuan mengaku senang dan sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Dia berharap, bantuan tersebut terus berkelanjutan. "Alhamdulillah senang, sangat terbantu. Apalagi sekarang ini kan harga kebutuhan pokok seperti beras dan minyak sedang naik. Jadi bisa stok di rumah," tutupnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan