Banten terendam banjir: makam tenggelam, mobil hanyut, lansia dievakuasi


Hujan deras yang terjadi di wilayah Provinsi Banten pada Jumat sore hingga malam (2/1) menyebabkan banjir di beberapa daerah. Salah satu lokasi yang terdampak adalah Kota Cilegon, khususnya Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang terendam air.

Ketinggian air yang cukup tinggi membuat aliran air bah menghanyutkan satu unit mobil sedan dan sejumlah lapak pedagang di Perempatan Cilurah, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Cilegon.


Menurut Wali Kota Cilegon Robinsar, curah hujan yang tinggi serta kondisi pasang air laut menjadi penyebab utama banjir. “Air yang seharusnya menuju ke laut justru tertahan karena pasang, sehingga kembali ke daratan,” ujarnya.

Makam Terendam

Di Kota Serang, banjir juga melanda kawasan Masjid Agung Banten Lama. Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menjelaskan bahwa air setinggi 10-20 sentimeter masuk ke pelataran masjid dan merendam sejumlah makam.

“Saat ini, ketinggian air mencapai semata kaki di pelataran masjid,” kata Diat pada Jumat (2/1) malam. Ia menambahkan bahwa sumber air berasal dari luapan kali dan drainase yang tersumbat di sekitar kawasan tersebut.


Warga setempat, Iman, mengatakan ratusan makam sempat terendam banjir. Namun, makam para sultan tetap aman karena posisinya lebih tinggi.

“Dari sore, air mulai naik dan menggenangi makam. Ada ratusan makam yang terendam, tapi makam para sultan aman karena berada di tempat yang lebih tinggi,” ujar Iman.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini air mulai surut, meski lantai masih tergenang. “Semoga hujan reda agar air tidak kembali naik,” tambahnya.

Puluhan Lansia Dievakuasi

Di Kroya Indah, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, banjir terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Tinggi air mencapai paha orang dewasa.

Camat Kasemen, Sugiri, menyebutkan bahwa sekitar 300 KK di tiga RT terdampak banjir akibat meluapnya Kali Mati. Tidak hanya itu, beberapa kelurahan lain di Kecamatan Kasemen juga terkena dampak banjir.

“Ada sekitar 300-an KK yang terdampak. Di Kroya Indah, ada tiga RT yang terkena. Selain itu, masih ada warga di Kelurahan Sukadiri, Kasemen, Sindangsaru, Kasunyatan, Keradenan hingga Puri Keraton yang terkena banjir,” ujar Sugiri.


Sugiri menjelaskan bahwa pihaknya melakukan evakuasi terhadap puluhan lansia dan warga sakit menggunakan perahu untuk mencegah kenaikan debit air.


“Proses evakuasi kita prioritaskan lansia dan warga sakit. Mereka dibawa ke tempat penampungan dengan bantuan perahu BPBD dan PMI. Kami siapkan perahu karet bagi warga yang ingin dievakuasi,” ujarnya.

“Untuk pengungsian, kami sudah menyiapkan tempat di SMP Syaibul Barokah,” imbuh Sugiri.

Berdasarkan data BPBD Kota Serang, banjir melanda empat kelurahan di Kecamatan Kasemen dan berdampak pada 417 rumah serta 1.789 jiwa.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan