Bantu Korban Penipuan WO Ayu Puspita, MUA Beri Diskon dan Make Up Gratis

Dugaan Penipuan oleh Wedding Organizer (WO) Milik Ayu Puspita

Sebuah kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) milik Ayu Puspita kini menjadi perhatian publik. Diketahui bahwa WO tersebut diduga telah menipu sebanyak 230 pasangan yang memakai jasa mereka. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan dan kemarahan dari para korban, terutama setelah beberapa acara pernikahan berlangsung tanpa makanan atau minuman meskipun pihak klien telah membayar secara penuh.

Kasus ini pertama kali viral setelah sebuah resepsi pernikahan di mana tidak ada layanan catering yang disediakan. Hal ini menyebabkan keluarga mempelai merasa sangat kesal dan membuat laporan ke media sosial. Para korban akhirnya berkumpul dalam grup WhatsApp untuk saling berbagi pengalaman serta mencari solusi atas dugaan penipuan tersebut.

Bantuan dari Makeup Artist (MUA)

Dalam situasi ini, sejumlah Makeup Artist (MUA) merasa prihatin dan memberikan bantuan kepada para korban. Beberapa MUA seperti @yuliafirstian dan @vestydheacylia mengungkapkan niat baik mereka melalui utas di Threads.

MUA Yulia menawarkan bantuan makeup gratis untuk tiga orang pengantin di wilayah JADEBEK. Ia menyatakan bahwa para korban bisa langsung mengirim pesan pribadi untuk mengecek tanggal. Selain itu, ia juga bersedia melakukan retouch jika dibutuhkan.

Sementara itu, MUA Vesty menawarkan diskon 50 persen untuk makeup dan attire bagi para korban yang ingin menggunakan jasa WO Ayu Puspita. Ia juga menyebutkan bahwa bonus tambahan berupa makeup gratis untuk ibu pengantin akan diberikan.

Penangkapan Terhadap Ayu Puspita dan Pegawai WO

Polres Metro Jakarta Utara kini telah menangkap Ayu Puspita, pemilik WO PT Ayu Puspita Sejahtera (APS), beserta empat pegawainya. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari para korban terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh WO tersebut.

Modus yang digunakan oleh WO adalah menerima pembayaran penuh untuk penyelenggaraan acara pernikahan, termasuk catering. Namun, ketika hari H tiba, layanan tersebut tidak diberikan sesuai kesepakatan. Salah satu contoh yang muncul adalah ketidakhadiran makanan saat pesta.

Para korban yang merasa dirugikan kemudian membuat laporan polisi. Menurut Erick, sebagian dari mereka mengaku telah membayar hingga puluhan juta rupiah. Saat ini, lima orang sedang diperiksa, termasuk pemilik, manajer, dan karyawan WO tersebut.

Penangkapan di Jakarta Timur

Ayu Puspita dan para pegawainya sebelumnya diamankan di wilayah Jakarta Timur setelah warga memberikan informasi kepada polisi. Mereka kemudian diserahkan ke Polres Metro Jakarta Utara karena laporan resmi berada di wilayah tersebut.

Erick menyebutkan bahwa jumlah korban diperkirakan masih bertambah. Banyak korban lain yang berdatangan, menunjukkan bahwa banyak orang yang menjadi korban WO tersebut. Meski laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Utara hanya satu, kejadian serupa juga muncul di wilayah lain dan berpotensi ditangani lintas polres.

Terkait kerugian, polisi belum dapat memastikan total nominalnya karena masih banyak korban-korban baru yang datang. Kerugian masih dalam proses perhitungan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan